Bukan Sekedar Kunjungan Biasa, Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Bantu Warga Yang Atap Rumahnya Ambruk


Siarankabar.com, Pemalang - Di balik dinding dan atap rumah yang lapuk dan material bangunan yang yang ringkih, tersimpan kisah perjuangan seorang warga untuk mempertahankan tempat tinggalnya. Kondisi atap rumah yang ambruk membuat Jamilah (59), warga Jalan Kamboja RT 003/RW 005, Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, membutuhkan perhatian dan bantuan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman.

Kondisi memprihatinkan tersebut mengundang perhatian anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), dr. Irma Suryani Widyastuti. Ia datang langsung menemui Jamilah untuk melihat kondisi rumah sekaligus mendengar kebutuhan warga yang terdampak.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda silaturahmi. Di tengah kondisi rumah yang rusak parah , kehadiran wakil rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan perhatian dan akses terhadap bantuan yang dibutuhkan.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan beristirahat kini menghadapi persoalan serius. Material bangunan yang telah lapuk serta dinding yang pecah menggambarkan kondisi hunian Jamilah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Bagi masyarakat yang mengalami kondisi serupa, kerusakan rumah bukan hanya persoalan bangunan. Ada kebutuhan mendasar untuk memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan mampu melindungi penghuninya dari berbagai risiko.

Melihat kondisi tersebut, dr. Irma menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kepedulian dan upaya memperjuangkan solusi.

"Kunjungan kami hari ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Kami memahami bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga tempat keluarga berlindung dan menjalani kehidupan sehari-hari," ujar dr. Irma, pada Rabu ( 21/10 ).

Menurutnya, kondisi warga yang menghadapi kerusakan rumah membutuhkan perhatian bersama agar penanganannya tidak berhenti pada kunjungan semata.

Dalam penanganan kondisi rumah Jamilah, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah disalurkan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi warga yang tengah menghadapi persoalan tempat tinggal.

Namun, upaya membantu Jamilah tidak berhenti sampai di situ.

dr. Irma menyampaikan akan berupaya mengkomunikasikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah. Ia juga berencana menghubungi sejumlah instansi terkait, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang penanganan lanjutan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi, dengan mempertimbangkan ketentuan serta ketersediaan program bantuan.

"Kami akan berupaya menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah serta mengawal agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan, ketentuan, dan ketersediaan bantuan yang ada. Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sudah tersalurkan. Setelah ini, kami akan menghubungi BPBD, PMI, dan Dinsos," ungkapnya.

Ia berharap koordinasi lintas instansi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret sehingga keluarga Jamilah memperoleh perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan serta persyaratan yang berlaku.

Bagi dr. Irma, persoalan yang dihadapi Jamilah menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk hunian yang layak.

Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga membuka jalan bagi koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk membantu.

Meski demikian, penanganan rumah yang ambruk memerlukan proses dan koordinasi agar bentuk bantuan yang diberikan tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap ada langkah konkret agar keluarga yang terdampak dapat segera memperoleh perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Semoga persoalan ini bisa segera mendapatkan solusi,"" tutupnya.

Kisah Jamilah di Kelurahan Pelutan menjadi potret bahwa persoalan rumah rusak bukan sekadar tentang dinding yang retak atau material bangunan yang lapuk. Lebih dari itu, ada kebutuhan akan rasa aman, kepedulian sosial, dan dukungan agar warga dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Kini, harapannya, kepedulian yang telah hadir dapat berlanjut menjadi langkah nyata. Sebab, bagi warga yang rumahnya ambruk, bantuan bukan sekadar angka atau janji, melainkan harapan untuk kembali memiliki tempat berteduh yang aman.( Ragil).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama