Malang | SIARAN KABAR - Kegiatan Budaya yakni Kongres Budaya Nusantara yang bertempat di Pendopo Kabupaten Malang Berlangsung pada Hari sabtu 8 Agustus 2026 yang acara ini dihadiri oleh Beberapa peserta tamu undangan dari kota Besar Se Indonesia tidak sesuwai harapan.
Acara ini berlangsung pada pada pukul 07.30 WIB, Mengapa tidak sesuwai harapan dikarenakan materi kongres berbeda jauh saat pra Kongres sehingga semua peserta merasa kecewa dan ditambah lagi dengan tidak hadirnya Bapak Presiden RI ( Prabowo Subiyanto) beserta Mentri Kebudayaan ( Fadli zon) ketika ditemui oleh Awak media, ujar Ki Jontor Siswanto.
Secara penuh acara Kongres tiba - tiba hadir kerabat Keraton Surakarta yakni Gusti Tedjowulan yang dimana saat acara zoom pra Kongres tidak menyebutkan soal kehadiran beliau!!!. Sontak Semua para peserta Kongres merasa terkejut dan seakan mereka tidak diharapkan. Sedih terasa hati para tamu dan peserta yang turut hadir siang ini, tetapi bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, tegasnya.
Para Tamu undangan lainya dari Jajaran pemkab Kota Malang, para pemerhati budaya dan budayawan lokal, Sesepuh pemerhati budaya seperti eyang Djati Kusumo, pecinta seni Reog ponorogo dll.
Selesai acara tidak begitu lama tepat pukul 11.30 WIB semua peserta acara berhamburan keluar dari lokasi dan pergi menuju tempat yang teduh didepan pendopo Kabupaten Malang. Salah Satu Awak media bertemu dengan pemerhati budaya dari kota Sidoarjo yakni Inisial End beliau menjelaskan bahwa acara ini gagal total karena tidak sesuai juga dengan ekspetasi awal - awal pra Kongres, serta disinyalir ada muaatan politik Keraton Surakarta yang saat ini santer bergejolak karena tiba - tiba ada salah satu Kerabat keraton yang hadir,tegas nya.
Kesimpulan dari pada Kongres budaya Nusantara pada hari sabtu 8 Agustus 2026 boleh dikata tidak berjalan sesuai harapan para Tamu undangan. Tim Media hanya dapat melihat kondisi yang terjadi dilokasi berdasarkan realita yang ada, ujar Mk.
Semoga kegiatan Acara seperti ini Jagan terulang kembali dan sebagai penanda bahwa semua kegiatan harus direncanakan matang sesuai konsepnya. red/ Alfian


