Semarang /Siaran Kabar - Kegiatan Orasi bersama Warga Sekitar kabupaten Semarang yang tergabung dalam Barisan Masyarakat ( BARMAS) berlangsung di depan pelataran Kantor Bupati dan dijaga oleh beberapa Aparat keamanan pada Senin, 26 Oktober 2026 berlangsung Aman, Tertib dan Lancar.
Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam wadah Barmas melakukan orasi Damai dan tidak ada keributan sehinga berjalan lancar disaksikan oleh para Petugas keamanan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bin, Para Tokoh masyarakat adat, Media Masa dll. Kegiatan orasi ini bertujuan untuk Menolak Geotermal Panas Bumi yang santer dibicarakan oleh Masyarakat dewasa ini. Orasi kali ini melanjutkan orasi dikantor DPRD kemarin tanggal 19 Oktober 2026 karena atas kekecewaan kepada DPRD kabupaten Semarang dan sekarang berlangsung dikantor kabupaten Semarang, Oleh karena itu dari beberapa peserta Orasi merasakan kekecewaannya, tegas Kimto.
Adapun agenda sekarang Audiensi Penolakan Geotermal disampaikan ke Bapak Bupati Semarang Ngesti Nugroho, Ada Lima peserta perwakilan dari Barmas yang berhak menyampaikan pendapat dan usulan penolakan diantaranya Cabut SK ( surat keputusan Menteri Esdem) dan Tolak semua bentuk Geotermal di Indonesia, imbuhnya. Suasana rapat Orasi sempat terjadi ketegangan walau pada akhirnya mencair kembali. Dari kelima perwakilan membawa empat tuntutan tetapi dari tuntutan tersebut oleh Ngesti Nugroho masih akan di godog ,dengan kecewanya peserta Ormas maka sepakat Tolak Geotermal di Gn.Ungaran dan bukit Telomoyo,Jawa Tengah.
Kadatangan Merek ke kantor Bupati tidak hanya diskusi atau duduk bersama tanpa ada hasil yang nyata, tetapi kehadiran mereka adalah Memperjuangkan kepentingan masyarakat yang selama ini santer sekali isue di Kabupaten Semarang agar Proyek Geotermal dihentikan permanen atau Gagalkan seluruh Proyek Geotermal yang ada di Indonesia.
Nadirin ketua Barmas menyampaikan bahwa Bupati hanya membuat surat pemberhentian Proyek geotermal kepada Presiden yakni Bapak Prabowo Sebagai presiden pilihan rakyat,itu tidak sulit dan Bupati adalah penguasa daerah juga yang dipilih oleh rakyat khususnya kabupaten Semarang dan Bupati semestinya mendukung rakyat Menolak atau Memberhentikan Geotermal ini selamnya, ujar dia.
Berlanjut didalam rapat orasi Ndaru ikut berbicara atas nama budaya bahwa dalam kawasan Gedhong Songo masih berdiri sebuah candi kuno diabad ke 6 oleh karenanya kita harus pertahankan kelestarianya karena Sebuah gunung adalah akar dunia atau pasak buminya Dunia. Jika peradaban itu hilang atau musnah kita sudah kehilangan jati diri sebagai asli orang Jawa.Mari kita jaga budaya dan melestarikan lingkungan disekitar kita agar anak cucu dapat menikmati selamanya,
Ungaran sebagai uger - uger jagad maka wajib kita jaga dan kita harus melestarikan alam Memayu hayuning Bawono, kita wajib jaga alam itu sendiri dijelaskan pula tentang peradaban tata kelola bangsa dan negara jangan berbuat nista kepada jagad. Kita Sebagian warga ungaran yang diwarisi gadong songo harus melihat, marasa, harus dijalankan dengan baik dan di jaga warisan leluhur. Apapun yang mengenai Geotermal harus ada kajian teknik yang akurat jangan berdampak seperti Bencana Lapindo, imbuhnya.
Ngesti Nugroho angkat bicara terkait tanggapan dari peserta Orasi Barmas yanki saya masih rapatkan kembali bersama Forkopimda sebelum tuntutan dari Barmas naik keprovinsi Gubernuran atau kepusat jakarta bersama Bapak Presiden RI.
Karena kita memiliki Forkopimda ( forum komunikasi pimpinan daerah) dan dalam keputusan nanti kita akan sampaikan langsung ke Barmas kabupaten Semarang. Berikan kami waktu untuk melakukan rapat bersama, tidak lama kemudian Ngesti Nugraha menutup Rapat Orasi Barmas tetapi dari salah satu peserta masih tidak puas karena dianggap Bupati tidak pro rakyat, tak lama kemudian Ngesti Nugroho Memohon maaf akan ada kegiatan Takziah dan akhirnya Ngesti undur diri pamit degan berjabat tangan ke semua peserta Orasi dari Barmas.
Sebelum meninggal podium Ngesti Nugroho berbicara bahwa terkaait surat resmi dari kementerian ESDM kami belum menerima sampai detik ini
bahkan Ngesti akan menelusuri keberadaan surat tersebut secepatnya agar saya bisa menyampaikan ke Gubernur dan dinas - dinas terkait, imbuhnya.
Acara menunjuk pukul 12.00 wib Ngesti menyampaikan kata - kata silahkan jika para peserta orasi dari Barmas masih ingin dikantor bupati saya ijinkan karena kantor ini milik rakyat dan milik kita semua,saya hanya menegaskan silahkan berorasi tetapi jangan anarkis cukup disampaikan secara lapang dada dan terbuka,kami akan bersama - sama untuk kepentingan rakyat,tegasnya .Red / Alfian
