Gagalkan 1 Ton Ketamin di Belawan, GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan TNI-Polri


Siaran Kabar | JAKARTA – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) mengapresiasi tinggi keberhasilan operasi bersama (joint operation) lintas instansi yang sukses menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1 ton di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, pada Rabu (21/10/2026).

Sinergi besar tersebut melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, Pol Air Baharkam Polri, hingga Puspom TNI. Petugas juga mengamankan Kapal MT Global 108 beserta 8 orang tersangka yang diduga kuat masuk dalam jaringan narkoba internasional.

Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum biasa, melainkan sebuah aksi nyata penyelamatan masa depan bangsa.

"Menggagalkan masuknya 1 ton ketamin sama artinya dengan menyelamatkan jutaan jiwa generasi muda Indonesia dari jurang kehancuran. PP GPA memberikan rasa hormat dan apresiasi tertinggi kepada Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian dan seluruh tim gabungan yang terlibat," ujar Aminullah di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Aminullah menilai, ketegasan dan keterpaduan aparat dalam operasi laut ini membuktikan bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi bandar narkotika internasional untuk merusak tatanan sosial di Indonesia.

Kendati demikian, PP GPA mengutuk keras tindakan para pelaku yang terdiri dari 7 WNI dan 1 WNA. Pemuda Al Washliyah mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan menuntut sanksi hukuman maksimal atau seberat-beratnya.

"Kami meminta kepolisian dan kejaksaan mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu aktor intelektual dan jaringan pencucian uang di belakangnya," tambah Aminullah.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PP GPA, H. Saibal Putra, langsung menginstruksikan seluruh jajaran kader wilayah hingga daerah, khususnya di kawasan pesisir Sumatera Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan.

Saibal menekankan bahwa komitmen memerangi zat terlarang ini sejalan dengan identitas utama organisasi yang melekat erat pada setiap kader.

"Komitmen ini bukan sekadar kata-kata. Di baju kebesaran Gerakan Pemuda Al Washliyah, tersemat dengan jelas slogan 'Dakwah Yes, Narkoba No'. Ini adalah prinsip hidup yang harus dipegang teguh oleh setiap kader. Tugas kita adalah menyebarkan kebaikan melalui dakwah dan membentengi masyarakat dari bahaya gelap narkotika," tegas Saibal.

Ia mengimbau seluruh elemen kepemudaan untuk merapatkan barisan menghadapi ancaman peredaran barang haram tersebut.

"Narkoba adalah common enemy (musuh bersama). Kami instruksikan seluruh kader Pemuda Al Washliyah untuk memperketat pengawasan di wilayahnya masing-masing, aktif mengedukasi masyarakat, serta bersinergi penuh membantu tugas-tugas aparat kepolisian di lapangan guna mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)," pungkas Saibal.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama