Siaran Kabar | Medan, – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan roda organisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Latihan Kader Instruktur (LKI) yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) di Aula UPT Dinas Pertanian, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema utama "Memimpin dengan Hati", kehadiran pimpinan tertinggi organisasi Islam tersebut disambut antusias oleh puluhan peserta LKI yang datang dari berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, Dr. KH. Masyhuril Khamis menyoroti dinamika kepemimpinan era modern. Menurutnya, para pemimpin muda saat ini tidak boleh sekadar mengandalkan jalur struktural birokratis semata. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mendengar, berempati, serta menyentuh sisi emosional dan spiritual para anggotanya.
"Seorang instruktur dan pemimpin yang hebat lahir dari keikhlasan. Memimpin dengan hati berarti kita mampu merangkul, membimbing dengan ketulusan, serta menjadi teladan nyata di tengah dinamika zaman yang serba cepat ini," ujar Dr. KH. Masyhuril Khamis di hadapan para kader.
Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa tantangan kaderisasi pelajar saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Derasnya arus informasi serta pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut para instruktur Al Washliyah untuk tampil adaptif dan inovatif, tanpa menyampingkan nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan.
Oleh karena itu, beliau menilai pelatihan kader instruktur ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai cetak biru (blueprint) pengkaderan jangka panjang organisasi Al Washliyah.
Di tempat yang sama, Ketua PW IPA Sumut Ahmad Irham Tajhi menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Ketua Umum PB Al Washliyah untuk hadir langsung memberikan arahan ideologis dan motivasi. Kehadiran pimpinan pusat ini diharapkan dapat membakar semangat para peserta LKI agar kelak bertransformasi menjadi motor penggerak dakwah dan pendidikan pelajar yang tangguh, militan, serta berakhlakul karimah.
Rangkaian acara LKI tersebut juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, simulasi teknik fasilitasi, hingga penandatanganan komitmen bersama para kader. Melalui kegiatan ini, PW IPA optimis mampu melahirkan deretan instruktur andal yang siap mengawal estafet kepemimpinan Al Washliyah di masa depan dengan berlandaskan integritas tinggi dan hati nurani. (IS)
