Semarang / SIARAN KABAR - Rapat Koordinasi dialog Stakeholder panas bumi Gunung Ungaran didalamnya Membahas Manfaat, resiko, dan suara masyarakat bersama para Cendekiawan, pemrakarsa Geothermal panas bumi , Pemerintah Kota Semarang, pemerintah kabupetan semarang,Kementrian ESDM pusat, PT PLN Persero dan segenap lapisan Masyarakat disekitar Lokasi Geothermal panas bumi, acara ini berlangsung dikampus FISIP undip ( Universitas Diponegoro ) kota semarang pada Kamis, 17 /9/26 .
Yanga hadir diantaranya Wakil Rektor IV bapak Wijayanto undip,Dirut kementerian ESDEM pusat jakarta, Dirut PT PLN, Agus setiawan pakar Geothermal undip,DR Eko putro Hendro, MA pakar Cagar budaya undip, mantan rektor senior prof Sudharto dan bapak Haji Harianto utusan Gubernur Jateng, Angota DPRD kota semarang,Sekda kabupaten Semarang dan para pemerhati budaya, pengusaha hotel, gabungan Aliansi perduli lingkungan,paguyuban pedagang kawasan candi gedong Songo.
wijayanto menegaskan Bahwa pembangunan geothermal panas bumi akan selalu berpihak ke Pemenuhan energi listrik , karena pembangun dan ekosistem lingkungan saling bersama - sama berjalan seiring untuk kemajuan bangsa ini, dengan teknologi kita akan lebih berkembang, dalam konteks panas bumi Gunung Ungaran kita butuh energi tetapi alam jangan dirugikan oleh karena itu Universitas ikut memiliki andil dalam proses Geothermal panas bumi ini.kampus Undip menyambut baik acara ini sebagai pandangan bersama dalam menyikapi proyek Geothermal panas bumi gunung Ungaran, imbuhnya.
Dewi Erowati dosen fisip Undip Sebagai moderator acara menjelaskan bagaimana kesinambungan bersama anatara masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, pusat dan masyarakat budaya saling duduk bersama,Tegas Sugeng suparwoto MT wakil ketua komisi XII DPR RI Menjelaskan tentang keunggulan dan kelemahan tantangan energi geothermal panas bumi dewasa ini, kita harus duduk bersama dalam menyikapi energi geothermal ini, karena kebutuhan energi kita semakin menurun di karenakan selat Hormuz di embargo ,oleh karena itu ketersedian energi gas menyusut 13 juta barrel /hari, ini sangat memprihatinkan.Maka dari pada itu kita harus melakukan pemanfaatan energi sebaik - baiknya, agar kelangsungan hidup masyarakat sejahtera tetapi kita juga harus bersinergi dengan lingkungan alam sekitar,maka sudah waktunya Indonesia melakukan trobosan energi,di indonesia potensi panas bumi ke dua setelah Amerika,tetapi panas bumi kita dilokasi - lokasi tertentu gunung - gunung ,hutan seperti di bali utara bedugul terdapat pure maka tidak bisa di teruskan,sebenarnya indonesia berpotensi menghasilkan 24 Gigawatt itu sangat baik,tegasnya.
Prihatin Hadi Wijaya direktur panas bumi dari kementerian ESDM menjelaskan bahwa harapan kami menambah dari tahun - tahun lalu bahwa total potensi 23 ,2 Mega watt, kapasitas terpasang 2.777 mega watt oleh karena itu kita masih sangat membutuhkan daya sebesar itu. Rencana akan ada stady literasi bersama tokoh masyarakat dan pemerintah kabupaten Semarang, kota semarang.
Mitos dan fakta di jelas kan juga oleh beliau yang sama 2 kita perhatikan baik situs dan lingkungan alam, agar tercipta suasana yang kondusif antara masyarakat, pemerintah, dan pemrakarsa Geothermal panas bumi, tegasnya.
Dirut PT PLN ( Persero ) menjelaskan tentang kesiapan proyek, integrasi sistem, dan manfaat bagi wilayah, PLN penyedia energi primer dan penyedia energi bagi masyarakat Indonesia, dan total pelanggan PLN sepertiga jumlah penduduk Indonesia, berarti masyarakat sangat membutuhkan energi listrik tersebut. Dalam RUPTL tahun 2025 / 2026 mencapai 76 persen yang kita butuhkan PLN bekerja sama dengan pengembang swasta saling bersinergi.
Tarjet di tahun 2029 desain,Amdal ,FS, Perijinan lingkungan selesai jika studi tidak menyakinkan kita tidak lanjut, perencanaan dari awal harus di persiapkan, karena di ungaran baru tahap studi. Kami lakukan kajian sosial dan lingkungan sebagai syarat perijinan , ada benefit shering program , perbaikan infrastruktur dan kita bekerja sama dengan pemda mengenai Lapapangan pekerjaan dan manfaat yang lain masih banyak seperti produk pertanian dll, tegasnya.
Agus Setyawan Dosen ahli Geothermal Undip menjelaskan perbandingan anatara studi lanjut hartcobaru japan sangat efisien dan terlihat hijau, kawasan tersebut berdasarkan potensi dan resiko pembangunan PLTP gunung Ungaran sebisa mungkin seperti di Negara Japan. Energi kita kalau bergantung pada fosil Indonesia kedepannya kita tidak tahu pasti akan habis. Gambaran geothermal diatas dijelaskan oleh beliau - beliau secara teknik studi pembuatan Pembangkit listrik geothermal, dijelaskan pula geothermal suatu energi panas bumi yang menghasilkan listrik untuk kebutuhan kita.Di Ungaran paling banyak batuan andesit , terdapat zona rekah di area Gedhong Songo. Simulasi numerik 40 . 4 mega Watt untuk di ungaran, dan aspek beberapa penolakan oleh masyarakat sekitarnya, kita ajak bersama - sama pemerintah daerah setempat untuk saling diskusi bersama . Ujarnya
DR. Eko Puntro Hendro, MA dijelaskan tetang cagar budaya bahwa peninggalan leluhur kita adalah dilindungi oleh UDD, menjelaskan pula tentang waduk gajah mungkur yang saat itu dibangun waduk dan banyak dikorbankan situs - situs tersebut karena untuk kepentingan masyarakat .Dieng sudah berjalan geothermal tapi tidak merusak candi dan tidak masalah, karena semua diadakan kajian dahulu agar tidak ada kendala kedepanya, Gedong Songo peninggalan abad ke 8 , 9 , 10 oleh Dinasti Mataram Kuno raja sanjaya, Rakai Pikatan dll, Jawa Tengah banyak situs candi dan semua masuk Cagar budaya. Hematnya kita adakan kajian penelitian terhadap kawasan candi / situs leluhur agar sesuai dengan keadaan saat ini.Di jelaskan pula tentang peradaban awal prasejarah dan sejarah seperti manusia pitekan tropus erectus di Sangiran, oleh karena itu kita harus lestarikan,tegasnya.
Dampak resiko menurut pemerhati budaya Rahman menjelaskan,Proyek pembangkit listrik geothermal (panas bumi) dapat menyebabkan sumber mata air di sekitarnya menjadi kering akibat gangguan pada sistem hidrologi bawah tanah, penurunan tekanan reservoir bawah permukaan, dan perubahan struktur batuan akibat pengeboran. Secara ilmiah, reservoir geothermal sering kali terhubung atau berada dalam satu sistem geologi yang sama dengan akuifer (lapisan batuan pembawa air) yang menyuplai mata air alami di permukaan.
Dasar-Dasar Ilmiah Mengeringnya Mata Air akibat Geothermal
Penurunan Tekanan Reservoir (Depresurisasi)Saat pembangkit listrik beroperasi, fluida panas bumi (berupa uap atau air panas) diekstraksi secara masif dari kedalaman bumi untuk menggerakkan turbin.
Ekstraksi ini memicu penurunan tekanan drastis di dalam reservoir bawah tanah.
Hukum Fisika (Gradien Tekanan):
1. Cairan akan selalu mengalir dari area bertekanan tinggi ke area bertekanan rendah. Ketika tekanan di reservoir dalam menurun, air dari akuifer dangkal (yang menyuplai mata air permukaan) akan tersedot ke bawah untuk mengisi kekosongan tekanan tersebut. Akibatnya, volume air di akuifer atas berkurang drastis dan memicu keringnya mata air.
2. Kehilangan Fluida Akibat Evaporasi (Sistem Open-Loop)Pada beberapa teknologi pembangkit, seperti jenis dry steam atau flash steam, uap air panas bumi dialirkan langsung ke turbin lalu dilepaskan atau menguap ke atmosfer melalui menara pendingin (cooling tower). Jika jumlah air yang hilang akibat penguapan ini lebih besar daripada laju pengisian alami air tanah (groundwater recharge), neraca air di wilayah tersebut menjadi defisit. Kurangnya suplai air tanah ini berdampak langsung pada terhentinya aliran mata air permukaan.
3. Kerusakan Struktur Batuan dan Kebocoran AkuiferProses pengeboran sumur geothermal yang menembus ribuan meter dapat merusak lapisan batuan kedap air (confining bed) yang secara alami memisahkan akuifer dangkal (air bersih/dingin) dengan reservoir dalam (air panas bumi).
4. Jika semen penyekat pipa sumur bor mengalami kerusakan atau terjadi keretakan batuan baru, air dari akuifer dangkal akan bocor dan merembes turun ke lapisan yang lebih dalam. Bocornya kompartemen air atas ini membuat cadangan air permukaan terkuras habis.
5. Konsumsi Air yang Tinggi pada Tahap PengeboranSelama fase konstruksi dan pengeboran, proyek geothermal membutuhkan pasokan air permukaan (seperti dari sungai atau danau lokal) dalam volume yang sangat besar untuk mendinginkan mata bor dan membersihkan material sisa bor. Penyerapan air permukaan secara masif dalam jangka pendek ini mengganggu keseimbangan neraca air lokal, menurunkan muka air tanah, dan mengeringkan sumber air warga di sekitarnya.
Menegaskan pula bawah kawasan Candi Gedong songo sampai terjadi kerusakan terutama situs tempat ibadah bagi keyakinan Kapitan , hindu, Budha sama saja penistaan agama, imbuhnya. Red/ Alfian



