Siarankabar.com,Jakarta - Dalam upaya memastikan kesehatan yang prima di lingkungan pemasyarakatan, mulai hari ini Selasa ( 8/9 ) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat menggelar program Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis
Kegiatan dijadwalkan akan berlangsung sampai 5 Oktober 2026 ini menyasar seluruh elemen di dalam rutan, baik warga binaan maupun petugas Rutan Kelas I Jakarta Pusat.
Program kesehatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi strategis antara Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat dan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, dengan mengusung tema Deteksi Dini Untuk Mewujudkan Kesehatan Yang Optimal,.
inisiatif ini dirancang untuk mempermudah akses layanan kesehatan gratis sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pemeriksaan medis secara berkala di ruang lingkup rutan yang padat.
Program pemeriksaan ini menyasar ribuan peserta, sebanyak 2.344 Warga Binaan dan 238 Petugas. Mengingat besarnya jumlah sasaran, proses deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan secara bertahap setiap harinya oleh Tim Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih guna memastikan kelancaran dan ketepatan skrining.
Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo, menegaskan bahwa langkah preventif ini sangat krusial dalam mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus menjamin hak kesehatan bagi setiap individu di dalam rutan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap kondisi kesehatan warga binaan dan petugas dapat diketahui lebih dini. Dengan begitu, kita bisa melakukan tindak lanjut medis maupun pengobatan secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien," ujar Sumaryo,pada Selasa sore ( 8/9 ).
Lebih lanjut, ia menyampaikan pandangannya mengenai keberlanjutan kerja sama lintas instansi pada masa yang akan datang.
"Harapan kami ke depan sinergi yang sudah terjalin sangat baik dengan Sudinkes Jakpus dan Puskesmas ini dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting bagi kami untuk terus mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal, merata, dan berkelanjutan, demi terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang benar-benar sehat," pungkasnya.( Ragil).

