Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Kabel FO Semrawut di Jalan Sisingamangaraja Sibolga, Warga Khawatir Keselamatan Terancam

Jumat, Agustus 21, 2026 | 23:05 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-21T16:05:47Z

SIBOLGA | siarankabar.com – Kondisi kabel jaringan internet fiber optik (FO) di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga, semakin semrawut. Kabel-kabel yang bergelantungan, menumpuk di tiang, hingga menjuntai ke badan jalan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Pantauan di sejumlah titik menunjukkan kabel jaringan FO terlihat menumpuk pada tiang telekomunikasi maupun tiang listrik. Sebagian kabel bahkan tampak melintang dan menggantung rendah di sekitar jalur yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.


Kondisi tersebut dikeluhkan warga yang bermukim di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Salah seorang warga, Sadaria Manalu, mengaku keberadaan kabel yang tidak tertata tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.


“Lihatlah kabel-kabel itu. Selain mengganggu akses masuk ke rumah, kabelnya juga sampai menyentuh atap stan jualan saya. Ini sangat mengganggu dan membahayakan,” ujarnya.


Kondisi yang dinilai lebih mengkhawatirkan terlihat pada akses menuju Pasar Nauli Sibolga. Sejumlah kabel tampak menggantung rendah di jalur yang setiap hari dilalui warga maupun kendaraan bermotor.


Pian, warga yang melintas di lokasi, mengaku khawatir kabel tersebut sewaktu-waktu jatuh dan membahayakan pengguna jalan.


“Ini bukan lagi sekadar soal pemandangan yang tidak enak dilihat. Kalau kabel itu sampai jatuh dan tersangkut saat melintas, siapa yang bertanggung jawab? Jangan tunggu ada korban baru dilakukan penertiban,” tegasnya.


Menurut Pian, pemasangan jaringan telekomunikasi menggunakan kabel serat optik semestinya memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, serta estetika lingkungan.


“Kalau kabel itu masih digunakan, silakan ditata dengan baik. Kalau sudah tidak dipakai, seharusnya segera dilepas. Jangan dibiarkan bergelantungan seperti ini,” katanya.


Selain persoalan kabel yang menjuntai, warga juga menyoroti keberadaan kawat sling baja yang terdapat pada sejumlah jenis kabel fiber optik sebagai penguat. Jika kabel mengalami kerusakan, putus, atau melorot hingga ke jalur kendaraan, bagian penguat tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.


Kondisi kabel yang menggantung rendah juga dikhawatirkan dapat tersangkut pada kendaraan, terutama sepeda motor yang melintas. Karena itu, warga meminta persoalan tersebut tidak dianggap sekadar sebagai masalah estetika, melainkan bagian dari keselamatan fasilitas publik.


“Jangan sampai nanti ada pengendara yang menjadi korban baru semuanya bergerak. Pemerintah harus turun melihat kondisi di lapangan,” ujar Pian.


Warga berharap Pemerintah Kota Sibolga melalui instansi terkait segera melakukan pendataan dan penertiban terhadap kabel-kabel yang tidak tertata. Para operator telekomunikasi juga diminta bertanggung jawab terhadap jaringan yang mereka pasang, termasuk memastikan kabel tetap aman dan tidak mengganggu ruang publik.


“Ruang jalan adalah fasilitas umum. Jangan sampai kepentingan bisnis mengabaikan keselamatan warga. Pemerintah harus tegas memanggil para operator dan meminta seluruh kabel yang semrawut segera ditata,” pintanya.


Penataan utilitas di ruang milik jalan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib. Pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi diharapkan dapat mendorong penataan jaringan secara terpadu, termasuk melalui sistem ducting atau jaringan utilitas bawah tanah sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.


Kondisi kabel yang tidak tertata ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah maupun perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Penanganan dinilai perlu dilakukan secara preventif agar potensi bahaya dapat diminimalkan sebelum menimbulkan kecelakaan.


Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Sibolga hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.


Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sibolga segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pengecekan, memanggil pihak operator terkait, serta menata kabel-kabel yang dinilai mengganggu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

(SL)

×