Siaran Kabar | MEDAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Medan dinilai tengah memasuki fase baru dengan hadirnya kepemimpinan anak muda yang memiliki energi, gagasan, serta keberanian untuk membawa partai semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Tokoh Millenial Sumatera Utara, Rabil Zuyura Hanif, S.E., C.Neg., memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan H.M. Fadli Habibie, S.H., M.H. sebagai Ketua DPC PKB Kota Medan. Menurut Rabil, sosok Fadli Habibie merupakan figur yang tepat untuk menahkodai PKB Kota Medan di tengah dinamika politik dan perkembangan masyarakat perkotaan yang semakin membutuhkan kepemimpinan muda, terbuka, serta mampu membaca peluang.
Rabil yang juga merupakan alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara melihat bahwa kepemimpinan anak muda di tubuh PKB Kota Medan menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Baginya, partai politik hari ini tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi, tetapi juga membutuhkan figur yang mampu membangun komunikasi dengan masyarakat dan menghadirkan wajah politik yang lebih segar.
“Saya melihat sosok H.M. Fadli Habibie adalah sosok yang tepat untuk menahkodai PKB Kota Medan. Beliau punya keseriusan, punya energi anak muda, dan memiliki nilai jual yang bisa membawa marwah PKB di Kota Medan semakin baik,” ujar Rabil.
Ia menilai, keberadaan kepemimpinan muda di PKB Kota Medan dapat menjadi magnet bagi generasi muda yang selama ini mungkin masih ragu untuk terlibat dalam dunia politik. Menurutnya, anak-anak muda yang memiliki kapasitas, gagasan dan potensi harus diberikan ruang yang luas untuk berkontribusi.
Rabil menyebut, PKB Kota Medan saat ini memiliki modal politik yang cukup penting. Dengan adanya dua anggota legislatif, hal tersebut menunjukkan bahwa PKB memiliki basis dan kepercayaan masyarakat yang perlu terus dirawat serta dikembangkan.
Namun, menurut Rabil, capaian tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Justru menjadi titik awal untuk membangun target politik yang lebih besar pada masa mendatang.
“Hari ini kita melihat PKB Kota Medan sudah memiliki dua anggota legislatif. Ke depan tentu kita berharap PKB bisa memiliki satu fraksi di DPRD Kota Medan. Saya melihat itu merupakan salah satu cita-cita Ketua PKB Kota Medan dan tentu harus kita dukung bersama,” ungkapnya.
Menurut Rabil, target memiliki satu fraksi bukan sesuatu yang mustahil apabila seluruh struktur partai mampu bekerja secara konsisten, membangun komunikasi dengan masyarakat, memperkuat basis di tingkat kecamatan hingga kelurahan, serta memberikan ruang yang cukup kepada kader-kader potensial.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dalam tubuh partai. Menurutnya, masa depan politik tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan generasi muda. Karena itu, PKB Kota Medan harus menjadi rumah bersama bagi anak-anak muda yang ingin belajar, berorganisasi, mengabdi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Saya berharap anak-anak muda yang memiliki potensi, punya gagasan dan punya semangat pengabdian bisa bersama-sama dengan PKB Kota Medan. Pintu harus dibuka selebar-lebarnya. Jangan sampai anak muda merasa politik itu sesuatu yang jauh dari mereka,” kata Rabil.
Rabil menilai, keterbukaan terhadap generasi muda akan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat PKB di masa depan. Anak muda, menurutnya, tidak hanya dibutuhkan sebagai pendukung kegiatan politik, tetapi juga harus diberikan kesempatan untuk berada dalam ruang pengambilan keputusan dan pengembangan organisasi.
Ia melihat bahwa PKB memiliki identitas yang kuat sebagai partai yang dekat dengan masyarakat dan memiliki akar perjuangan yang panjang. Dengan kepemimpinan yang energik dan pendekatan yang lebih modern, Rabil optimistis PKB Kota Medan dapat semakin diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Selain itu, ia mengapresiasi langkah-langkah konsolidasi organisasi yang dilakukan di tingkat Kota Medan. Menurutnya, konsolidasi yang kuat harus menjadi fondasi utama sebelum partai berbicara mengenai target-target politik yang lebih besar.
“Kita tidak bisa hanya bicara soal kursi. Kita harus bicara tentang bagaimana partai hadir di tengah masyarakat. Kader harus turun, mendengar aspirasi masyarakat dan memberikan solusi. Kalau masyarakat merasa PKB hadir untuk mereka, insyaallah kepercayaan itu akan tumbuh,” tuturnya.
Rabil juga berharap kepemimpinan H.M. Fadli Habibie mampu terus menghadirkan suasana politik yang sehat, konstruktif dan terbuka. Menurutnya, persaingan politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dan gagasan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menambahkan, Kota Medan sebagai salah satu kota terbesar di Sumatera Utara membutuhkan partai politik yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas, khususnya dari kalangan anak muda.
“Medan membutuhkan anak-anak muda yang berani mengambil peran. Jangan hanya menjadi penonton. Anak muda harus berani masuk ke ruang-ruang politik, menyampaikan gagasan dan ikut menentukan arah pembangunan,” katanya.
Dengan semangat tersebut, Rabil berharap PKB Kota Medan di bawah kepemimpinan H.M. Fadli Habibie dapat terus berkembang, memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kader dan memperluas jaringan politik hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh kader dan simpatisan PKB Kota Medan untuk menjaga kekompakan serta membangun semangat gotong royong dalam membesarkan partai.
“Kalau kita kompak, bekerja bersama dan memberikan ruang kepada anak-anak muda, saya yakin PKB Kota Medan bisa semakin besar. Target satu fraksi bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi kerja politik bersama,” pungkas Rabil.
Kepemimpinan anak muda di PKB Kota Medan diharapkan menjadi energi baru untuk menghadirkan politik yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan konsolidasi yang kuat, regenerasi yang berjalan dan keterbukaan terhadap generasi muda, PKB Kota Medan optimistis dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat eksistensinya dalam percaturan politik Kota Medan. (Redaksi)


