Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Gawat, Kabar Terkini di Kawasan Candi Gedhong Songo Kab Semarang akan ada Mega Proyek geothermal panas Bumi, para Budayawan angkat Bicara!

Senin, Agustus 24, 2026 | 13:29 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T06:29:44Z


Semarang /Siaran kabar - Berita mencuat di lingkup para pemerhati budaya di kabupaten Semarang bahwa akan ada pengeboran proyek Geothermal atau panas Bumi berada di lereng Kawasan candi Gedhong Songo Ungaran.Info kabar tersebut muncul pada Senin, 24 Agustus 2026 oleh para Pemerhati budaya setempat, tegas Sutikno ( Budayawan dan pemerhati budaya) 


Proyek Geothermal itu apa! 

Proyek geothermal atau panas bumi adalah kegiatan pembangunan fasilitas untuk mengekstrak energi panas alami dari dalam kerak bumi. Energi ini umumnya diubah menjadi tenaga listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan industri dan pemanasan.


Dan proyek ini apakah ada kaitan dengan warga / lingkungan sekitarnya? 

Proyek energi panas bumi atau geothermal sering ditolak warga karena dikhawatirkan merusak lingkungan, mencemari sumber air bersih, memicu konflik lahan adat, serta minimnya transparansi dan pelibatan masyarakat sejak awal perencanaan. 

 

Kenapa Warga Menolak! 

Berikut penjelasan lengkap mengenai alasan penolakan proyek geothermal:

Kerusakan Lingkungan dan Sumber Air

Pencemaran air: Aktivitas pengeboran berisiko mengubah kualitas, kejernihan, dan debit air bersih yang diandalkan warga untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian. 

Risiko gas beracun: Warga khawatir terjadi kecelakaan industri atau semburan lumpur panas seperti yang pernah terjadi di beberapa lokasi eksplorasi masa lalu. 


Apa Dampak Sosial dan Budaya!. 

Rentan konflik lahan: Proyek sering kali bersinggungan langsung dengan ruang hidup, tanah ulayat, atau wilayah adat milik masyarakat lokal. 

Hilangnya situs sakral: Beberapa titik panas bumi berada di area yang dikeramatkan atau menjadi lokasi ritual adat turun-temurun bagi warga sekitar lokasi. 


Menjadi Trauma lingkungan warga! 

Pengalaman buruk dari eksploitasi sumber daya alam lain di masa lalu membuat warga tidak percaya bahwa proyek ini akan membawa kesejahteraan Karena Masalah Tata Kelola dan Komunikasi

Kurang sosialisasi: Pemerintah dan pengembang sering dipandang kurang terbuka dalam menyampaikan potensi risiko secara jujur, dan hanya menjanjikan keuntungannya saja. 

Minimnya pelibatan: Penentuan lokasi proyek kerap diputuskan secara sepihak tanpa persetujuan atau musyawarah yang melibatkan masyarakat terdampak langsung (Free, Prior, and Informed Consent / FPIC).

Untuk pemahaman lebih mendalam mengenai alasan psikologis dan sosiologis mengapa masyarakat kerap menolak pembangunan fasilitas energi panas bumi di ruang hidup mereka. 




Sutikno menambahkan,dari uraian tersebut bahwa proyek geothermal ini sangat beresiko tinggi akan kelangsungan Ekosistem alam dan kelangsungan Peradaban budaya yang didalamnya terdapat situs candi Gedhong Songo dimana situs tersebut sudah ada sejak abad ke 8 peninggalan leluhur kita Ratu Shima, dengan adanya proyek Geothermal tersebut apakah bisa dijamin tidak merusak Alam yang ada dilokasi Kawasan Situs Candi Gedhong Songo tersebut! 


Dan lokasi yang diperuntukan oleh proyek Geothermal tersebut diprediksi berada pada komplek Candi Gedhong Songo dekat Situs Candi ke dua karena dahulu di tahun 2010 pernah ada penelitian yang muncul adalah Gas Beracun. Setelah Masyarakat budaya dan pecinta alam menolaknya dari pihak pemerintah membatalkan upaya tersebut. Mengapa sekarang akan dilanjutkan kembali lewat kementrian terkaiat? Sunguh menjadi keresahan bagi para pemerhati budaya dan pelestari alam / pecinta alam,tegasnya.Red / alfian

×