Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Masyarakat Budi Luhur Buat Laporan Di inspektorat Diduga Lurah Selewengkan Beras Bantuan Dari Dinas Ketapang Tapteng

3/06/2026 | 19:01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-06T12:01:55Z




TAPTENG // siarankabar.com - Bantuan beras dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang ditujukan pada masyarakat yang terdampak bencana dalam masa transisi, diduga di selewengkan Lurah Budi Luhur, Kecamatan Pandan Inisial NS.


CS Nainggolan merupakan warga Kelurahan Budi Luhur mengungkap hal tersebut kepada beberapa awak media. Ia mengatakan bahwa total beras yang diterima dari Dinas Ketapang melalui Bulog adalah 4,9 Ton atau 98 karung dengan bobot perkarung 50 kg.


"Namun yang sampai di kantor lurah 75 karung jadi hilang 23 karung," ujar CS Nainggolan, Kamis (5/3/2026).


Ia menyesalkan tindakan dari NS Lurah Budi Luhur yang tidak transparan terhadap beras bantuan yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan, apalagi dalam masa bulan ramadhan.


Hingga ia melaporkan hal tersebut ke Inspektorat Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa 3 Maret 2026 lalu, agar Lurah Budi Luhur dilakukan pemeriksaan terkait dugaan penggelapan beras bantuan tersebut.


Dari hasil laporan tersebut CS Nainggolan mengungkapkan, Kepala Inspektorat Muliadi Malau melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Lurah NS dan ia mengakui beras tersebut di ambil sebanyak 9 karung untuk biaya ongkos dan bongkar muat.


"Sedang 14 karung kembali ke Kantor Lurah dan diketahui pada pagi harinya oleh Sekretaris Lurah," ungkap CS.


Ia melihat dan menduga ada upaya dari Lurah Budi Luhur, NS mengelapkan beras bantuan, untuk kepentingan pribadi dan mengorbankan masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan dalam situasi masa transisi pascabencana di Tapteng.


Warga lainnya inisial AD, mengatakan ia menerima bantuan beras dari Kelurahan Budi Luhur, 1 karung dibagi 11 kepala keluarga dengan berat 4,5 kg.


"Seharusnya bila jatah kelurahan Budi Luhur 4.900 kg dibagi 909 KK maka yang diterima 5,3 kg, jadi beras yang belum disalurkan 0,8 kg dikali 909 KK, jadi total beras yang diduga hilang 727 kg," jelas
AD.


Dikonfirmasi ke kantor Lurah, namun Lurah Budi Luhur tidak berada di kantor, tetapi tampak ada beras sisa sebanyak 20 karung, dipertanyakan pada Kepling 1, Nasution yang saat itu berada di kantor lurah mengatakan beras tersebut adalah sisa dan akan dikembalikan pada Bulog.


PLH Camat Pandan, Tumbur Sitanggang dikonfirmasi soal permasalahan beras bantuan tersebut tidak dapat di hubungi lewat sambungan WhatsApp.(SL)


Editor: Redaksi 
×