Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Jurnalis Investigasi Kirim Surat Terbuka ke DPR RI: 5.264 WNI di Kamboja Terjebak Sindikat, Negara Diminta Bertindak Cepat

3/07/2026 | 13:35 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T06:35:57Z



PHNOM PENH // siarankabar.com – Seorang jurnalis investigasi dari WartaGlobal, Netti Herawati, mengirimkan surat terbuka kepada Komisi III DPR RI terkait nasib ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terjebak dalam jaringan penipuan daring di Kamboja.


Surat yang ditulis di Phnom Penh pada 7 Maret 2026 itu mendesak Komisi III DPR RI segera memanggil Menteri Luar Negeri serta pimpinan KBRI Phnom Penh untuk meminta penjelasan terkait penanganan kasus tersebut.


Dalam suratnya, Netti menyebut terdapat 5.264 WNI pelapor yang saat ini masih menunggu proses pemulangan ke Indonesia. Mereka berada dalam situasi tidak pasti menjelang batas waktu razia anti-scam yang akan dilakukan pemerintah Kamboja pada April 2026.


“Negara wajib hadir cepat bagi 5.264 WNI pelapor yang kini terkatung menanti pulang sebelum deadline razia anti-scam Kamboja,” tulis Netti dalam surat terbuka tersebut.


Temuan Investigasi di Lapangan :


Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Netti di Kamboja, proses fasilitasi pemulangan WNI dinilai berjalan lambat. Padahal, pemerintah Kamboja disebut telah memberikan keringanan denda bagi 2.884 WNI yang mengalami overstay.


Dari ribuan WNI tersebut, tercatat baru 1.252 orang yang berhasil dipulangkan hingga awal Maret 2026, termasuk 743 orang yang dijadwalkan pulang pada periode 15 Februari hingga 4 Maret.



Namun, sebagian dari proses pemulangan tersebut mengalami penundaan karena proses verifikasi terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).


Netti juga mengungkapkan bahwa 3.595 pelapor telah dinyatakan bukan korban TPPO, namun proses birokrasi disebut masih menghambat upaya evakuasi. Sementara itu, 590 WNI baru berhasil dipulangkan pada pekan lalu.


Menurutnya, keterlambatan tersebut membuat sebagian WNI harus menghadapi tekanan dari sindikat, termasuk dugaan penyekapan hingga kekerasan fisik.


Desak DPR Ambil Langkah Cepat


Melalui surat terbuka tersebut, Netti Herawati menyampaikan beberapa tuntutan kepada Komisi III DPR RI.


Pertama, memanggil Kementerian Luar Negeri dan pihak KBRI Phnom Penh dalam rapat kerja guna melaporkan secara real-time jumlah WNI yang masih berada di Kamboja, jadwal pemulangan, serta rencana evakuasi massal sebelum perayaan Tahun Baru Khmer.


Kedua, mempercepat koordinasi antar lembaga, termasuk melibatkan Polri dan Imigrasi RI, agar proses verifikasi terhadap para WNI dapat dilakukan lebih cepat di bandara dan menghindari deportasi paksa dari pemerintah Kamboja.


Ketiga, mendorong pembentukan satuan tugas khusus untuk menindak jaringan perekrut ilegal yang diduga mengirim WNI ke luar negeri dengan modus pekerjaan, namun berujung pada praktik penipuan daring.
Netti menilai langkah pencegahan sangat penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi, seperti yang sebelumnya juga menimpa sejumlah WNI di Myanmar.


Komisi III punya mandat kuat untuk melindungi hak WNI di luar negeri. Kebebasan dan keselamatan mereka sangat berharga. Negara wajib hadir cepat, bukan menunggu tragedi,” tegasnya.


Ia juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam forum dengar pendapat di DPR RI guna memaparkan bukti dan temuan lapangan dari investigasi yang telah dilakukan.***

Netti Herawati
Jurnalis Investigasi WartaGlobal
netti@wartaglobal.com
Phnom Penh, Kamboja


Editor: Redaksi
×