Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Ratusan Alumni BK UPGRIS Kembali Berkumpul, Perkuat Kompetensi Analisis Potensi Karir Siswa

Jumat, September 11, 2026 | 20:58 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T13:58:18Z
Siaran Kabar | Semarang - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama IKA UPGRIS Cabsus Bimbingan dan Konseling (BK) menggelar Workshop Alumni BK UPGRIS bertajuk “Analisis Potensi Karir Siswa” di Aula Lantai 6 Kampus 4 UPGRIS, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama UPGRIS dengan IKA UPGRIS Cabsus BK tersebut diikuti ratusan alumni Bimbingan dan Konseling secara luring maupun daring. Selain menjadi forum peningkatan kompetensi profesional, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan jejaring antara alumni dengan almamater.

Sejumlah pimpinan dan sivitas akademika UPGRIS turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., jajaran Wakil Rektor I hingga IV, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Ketua Program Studi BK, para dosen, Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK beserta jajaran pengurus, Humas UPGRIS, serta tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UPGRIS.

Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UPGRIS dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan alumni menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada UPGRIS dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Bagi kami, kolaborasi seperti ini sangat penting karena mempertemukan almamater dengan alumni dalam ruang yang produktif, baik untuk pengembangan kompetensi maupun untuk memperkuat silaturahmi,” ujar Tulus.

Menurut Tulus, tema Analisis Potensi Karir Siswa dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan profesional alumni yang bekerja sebagai Guru BK. Dalam menjalankan layanan bimbingan dan konseling, Guru BK memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami potensi diri dan menentukan arah pendidikan maupun karir.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kerja sama yang kami harapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada alumni, khususnya Guru BK. Kita perlu terus memperkuat kompetensi agar mampu memberikan layanan yang semakin tepat kepada siswa, terutama dalam membantu mereka memahami potensi dan menentukan arah karir,” katanya.

Tulus berharap kerja sama antara UPGRIS dan IKA UPGRIS Cabsus BK dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi alumni maupun almamater.

“Ke depan, tentu kita berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan alumni. Jadi, hubungan antara alumni dan almamater tidak hanya sebatas ikatan emosional, tetapi juga diwujudkan dalam kolaborasi nyata,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tulus juga mengajak para alumni untuk ikut berkontribusi terhadap perkembangan UPGRIS. Ia menyebut semangat tersebut dengan istilah Jawa “ngrembakakke”, yakni semangat untuk ikut mengembangkan dan membesarkan almamater.

“Alumni memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama membangun UPGRIS. Kita memiliki istilah ngrembakakke, bagaimana kita ikut mengembangkan dan membesarkan almamater yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita. Bagi saya, itulah salah satu bentuk bakti alumni kepada almamater,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kegiatan pengembangan kompetensi seperti workshop yang mempertemukan alumni dan almamater memiliki nilai strategis, khususnya bagi penguatan profesionalisme Guru BK.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama UPGRIS dengan IKA UPGRIS Cabsus BK ini. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan profesional Guru BK, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dan kebutuhan siswa yang semakin kompleks,” kata Sapto.

Menurutnya, alumni merupakan bagian penting dari kekuatan sebuah perguruan tinggi. Karena itu, hubungan antara almamater dan alumni perlu terus dibangun melalui komunikasi, kolaborasi, dan sinergi.

“Alumni merupakan representasi dan salah satu sumber kekuatan bagi kemajuan kampus. Kesuksesan alumni juga merupakan bagian dari keberhasilan almamater. UPGRIS bukan apa-apa tanpa Ibu dan Bapak sekalian. Karena itu, mari kita sama-sama membangun almamater tercinta melalui kolaborasi dan sinergi,” ujarnya.

Sapto juga mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah wawasan sekaligus mempererat kembali hubungan antarsesama alumni.

“Selamat mengikuti workshop. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, manfaatkan pula kesempatan ini untuk kembali bersua dengan kawan-kawan lama. Ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat silaturahmi,” imbuhnya.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari tim PMB UPGRIS. Para alumni diajak untuk berkolaborasi dalam mendukung penerimaan mahasiswa baru, khususnya dengan mengenalkan UPGRIS kepada siswa-siswa di lingkungan sekolah masing-masing.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan workshop utama selama 4 jam pelajaran (JP) yang menghadirkan Dr. Heri Saptadi Ismanto, S.Pd., M.Pd., Kons. dan Desi Maulia, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan berfokus pada Analisis Potensi Karir Siswa, khususnya bagaimana Guru BK dapat membantu siswa mengenali dan memahami potensi dirinya sebagai salah satu dasar dalam menentukan arah pendidikan dan karir.

Sebagai konselor di sekolah, Guru BK memiliki posisi strategis dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai pilihan masa depan. Terlebih bagi siswa sekolah menengah atas, keputusan mengenai pendidikan lanjutan dan pilihan karir membutuhkan pemahaman terhadap berbagai aspek, mulai dari kemampuan, minat, potensi, hingga faktor lain yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Workshop berlangsung dinamis dengan keterlibatan aktif para peserta. Ratusan alumni mengikuti pemaparan materi dan diskusi baik secara langsung maupun daring. Berbagai pengalaman dalam memberikan layanan BK di sekolah turut memperkaya proses diskusi sehingga materi yang disampaikan dapat dikaitkan dengan kondisi nyata yang dihadapi Guru BK.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan alumni dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat kompetensi profesional sekaligus menjaga keberlanjutan hubungan dengan almamater.

Di akhir kegiatan, Ketua IKA UPGRIS Cabsus BK menyampaikan sejumlah agenda organisasi ke depan. Salah satunya adalah rencana Reuni Akbar IKA BK UPGRIS 2027 yang akan mempertemukan alumni lintas angkatan dan alumni BK UPGRIS dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari keberlanjutan komunikasi antara UPGRIS dan alumni. Ke depan, kami juga menyiapkan Reuni Akbar IKA BK UPGRIS 2027 yang akan mempertemukan alumni lintas angkatan dan dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat jejaring dan kolaborasi,” ujar Tulus.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, UPGRIS dan IKA UPGRIS Cabsus BK diharapkan dapat terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi alumni, penguatan profesi Guru BK, serta kontribusi alumni terhadap almamater dan masyarakat. (Yudi/Jateng)
×