Semarang/ Siaran Kabar - Perayaan hari jadi ke 321 kecamatan Ambarawa ( 10 September 1705 sd 10 September 2026 ) acara dipendopo agung kecamatan Ambarawa ,kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Rabu , 9 September 2026 diselingi kirab budaya oleh para budayawan setempat dan tamu undangan dari Yayasan Kedhaton Mataram Agung kota Semarang berjalan lancar serta kondusif.
Pemerhati budaya ki Tarno dari Kedhaton Mataram Agung menjelaskan bahwa semua peserta berasal dari pemerhati budaya, pegiat budaya, masyarakat sekitar, para pemuda dan pemudi kecamatan Ambarawa,para perangkat kecamatan Ambarawa yang dipimpin camat setempat sebut saja Wahyudi widodo,Baapak Bupati Kab. Semarang Ngesti Nugraha serta Bhabinkamtibmas setempat yakni
Kapten infantri Sutarjo ( Danramil 09 Ambarawa ),Kapolsek AKP Wiwid Wijayanti SH, Mh beserta jajarannya, serta para tamu undangan dari lingkungan sekitarnya.
Acara tersebut merupakan acara tahunan dalam memperingati hari lahir Kota Ambarawa yang dimana Ambarawa menyimpan sejarah perjuangan bangsa pada masa Pra-kemerdekaan atau sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, karena Ambarawa adalah titik nol dari bangsa Eropa yang datang ke pulau Jawa saat itu melaui atau mendarat di kota Semarang, tegasnya.
Suliyan sebagian budayawan setempat menambahkan bahwa kegiatan budaya ini bukan semata - mata acara berkumpulnya warga masyarakat tetapi sesuatu acara sakral yang dimana Ambarawa lahir dari darah perjuangan rakyat terdahulu hingga saat ini, serta acara ini ada jamasan pusaka Sepuh milik leluhur setempat yang wajib kita jaga kelestarianya sebagai warisan budaya yang adhiluhung.
Rangkaian acara mulai dari prosesi kirab budaya hingga penjamasan pusaka di pendopo kecamatan Ambarawa berjalan lancar dan saya sebagia pemerhati budaya Jawa berterimakasih kepada seluruh peserta, masyarakat dan pegiat budaya, tegasnya.
Salah satu Acara ini ada pertunjukan Barongsai oleh peserta kirab yang dipentaskan bersamaan saat kirab budaya, dengan kultur budaya china dan kolaborasi budaya Jawa berarti kesatuan dan persatuan sudah terjalin saat sebelum berdirinya Republik ini,semua warga antusias mengikuti prosesi acara dihari ulang tahu kecamatan Ambarawa.Prosesi acara ini dihadiri masyarakat yang berjumlah kurang lebih 2000 orang memadati kecamatan Ambarawa dan para pemerhati budaya Jawa Tengah,begitu meriahnya acara ini salah satu pemerhati budaya menjelaskan diatas bahwa budaya adalah benteng terakhir NKRI yang wajib kita lestarikan, ujar Eko padan Lawu. (Red/alfian)


