Siarankabar.com, Pemalang - Jangan anggap remeh kertas bekas. Di tangan Warga Binaan Blok Wanita Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang, bahan sederhana itu justru berubah menjadi bucket bunga yang cantik dan bernilai guna.
Kreativitas tersebut muncul dalam kegiatan pembinaan kemandirian melalui pelatihan pembuatan bucket bunga dari kertas bekas yang digelar di Blok Wanita Rutan Pemalang, Selasa (22/09).
Kegiatan diikuti para Warga Binaan dengan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai pemateri. Pelatihan juga didampingi petugas wanita Rutan Pemalang guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Bukan sekadar membuat kerajinan tangan, pelatihan ini menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar mengolah sesuatu yang dianggap tidak terpakai menjadi sebuah karya yang memiliki nilai.
Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari membentuk kertas bekas menjadi bunga, merangkainya, hingga menyusun dan menghiasnya menjadi bucket bunga yang menarik.
Antusiasme terlihat dari para peserta yang mengikuti setiap tahapan dengan penuh perhatian. Mereka tidak hanya belajar membuat sebuah kerajinan, tetapi juga dilatih untuk lebih kreatif, teliti, dan percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, mengatakan pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam memberikan bekal positif kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berupaya memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Bahan sederhana seperti kertas bekas dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Akbar.
Menurutnya, keterampilan sederhana yang diberikan selama masa pembinaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dan membangun kemandirian.
Pelatihan bucket bunga dari kertas bekas pun menjadi gambaran bahwa proses pembinaan tidak hanya berlangsung melalui aturan dan kedisiplinan, tetapi juga melalui kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,Dari kertas bekas lahir karya dari ketrampilan tumbuh untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri saat kembali ke tengah masyarakat.( Ragil).

