TAPTENG // Siarankabar.com - Karyawan PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura menyalurkan bantuan berupa, tilam sebanyak 100 buah khusus pengungsi di Rusunawa, Kelurahan Pasar Baru, dan kompor gas sebanyak 100 unit bagi korban bencana dan tanah longsor 25 November 2025 lalu, di Kantor Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (16/2/2026).
Kegiatan di dua tempat yang berbeda ini adalah salah satu wujud nyata Solidaritas para karyawan dari berbagai cabang PT MBK Ventura yang ada di seluruh Indonesia, yang mana turut prihatin terhadap bencana alam yang sampai saat ini belum dapat teratasi secara maksimal di wilayah Tapteng.
Ina Nurul Inayah, Asisten Regional Manager PT. MBK Sumatera Utara, yang turut hadir dalam pembagian bantuan berharap masyarakat tetap semangat dalam menghadapi kondisi di tahap pemulihan bencana.
"PT MBK Ventura Bergerak di bidang keuangan mikro, tidak hanya membantu nasabah namun turut membantu masyarakat terdampak bencana," ujarnya.
"Kegiatan ini murni donasi dari 8554 karyawati PT MBK Ventura di seluruh Nusantara," timpalnya.
Veriza Elisma, Supervisor wilayah Tarutung, juga mengungkapkan di tiga cabang yang ada di Sibolga, Sarudik dan Pinang Sori, memiliki nasabah sebanyak 4400 lebih debitur. Dan saat ini untuk pembayaran angsurannya kita tunda sampai Bulan April mendatang.
Ia berharap bantuan yang diberikan PT MBK dapat bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat yang berada di pengungsian Rusunawa Kelurahan Pasar Baru.
"Apa yang kami salurkan dapat bermanfaat bagi semua warga pengungsi dan korban bencana," ujarnya.
Lurah Pasar Baru, Jepran Pasaribu yang juga hadir memberikan apresiasi yang luar biasa bagi PT MBK Ventura yang turut membantu memberikan bantuan yang memang sangat dibutuhkan pascabencana.
"Jangan bosan dalam mendukung pengungsi dan korban bencana," ucapnya.
"Kepada warga yang memang tidak mendapatkan agar dapat tenang dan tidak ribut, karena bantuan ini khusus pengungsi di Rusunawa dan korban yang telah kita bersama dinas sosial," timpalnya.
Penulis: Samo Lahagu
Editor: Meijieli Gulo



