Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Zakat untuk Mengentaskan Prostitusi: Pascasarjana UIN SU lahirkan Doktor Zakat Kontemporer

Jumat, Agustus 14, 2026 | 23:03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T16:04:06Z

Siaran Kabar | MEDAN — Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan kembali melahirkan doktor yang mengangkat persoalan hukum Islam dan realitas sosial kontemporer. Bagus Ramadi, M.H. resmi menjalani Promosi Doktor pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Aula Pascasarjana UIN Sumatera Utara, Kampus I Sutomo, Medan.


Dalam sidang tersebut, Bagus Ramadi mempertahankan disertasi berjudul “Kedudukan Pekerja Seks Komersial sebagai Mustahik Zakat (Analisis Maqāṣid al-Syarī‘ah)”. Penelitian ini mengkaji kedudukan hukum pekerja seks komersial (PSK) dalam perspektif hukum Islam, termasuk kemungkinan mereka dikategorikan sebagai mustahik atau penerima zakat.


Sidang promosi dipimpin Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. sebagai Ketua Sidang dan Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi. sebagai Sekretaris Sidang. Sementara tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag., dengan tim penguji Dr. Qoriah, MA., Dr. Nurbaiti, M.Kom., Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum., dan Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum.


Disertasi tersebut berangkat dari kenyataan bahwa prostitusi merupakan persoalan sosial yang kompleks. Di dalamnya terdapat persoalan kemiskinan struktural, keterbatasan akses ekonomi, marginalisasi sosial hingga lemahnya perlindungan sosial, terutama bagi perempuan yang berada dalam kondisi rentan.


Bagus Ramadi menggunakan pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah, yang menempatkan kemaslahatan dan pencegahan kemudaratan sebagai bagian penting dalam memahami persoalan hukum.


Melalui pendekatan tersebut, persoalan PSK tidak hanya dilihat dari sisi normatif, tetapi juga dari kondisi sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Karena itu, pemberian bantuan kepada kelompok yang membutuhkan dinilai perlu diarahkan pada upaya pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif.


Dalam disertasinya, zakat dipandang memiliki potensi sebagai instrumen pemberdayaan. Bantuan dapat diarahkan melalui bimbingan, pendampingan, pelatihan keterampilan hingga pemberian modal usaha sesuai kebutuhan dan kondisi penerima.


Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu kelompok rentan memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan keluar dari kondisi yang membuat mereka terus berada dalam lingkaran kerentanan.


Penelitian Bagus Ramadi tidak berhenti pada pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya PSK menerima zakat. Lebih jauh, kajian tersebut menawarkan perspektif mengenai bagaimana hukum Islam, khususnya zakat dan Maqāṣid al-Syarī‘ah, dapat memberikan respons terhadap kelompok rentan secara lebih manusiawi, produktif dan berorientasi pada kemaslahatan.


Disertasi ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum Islam dan kajian zakat kontemporer, khususnya dalam merespons persoalan kemiskinan, marginalisasi sosial dan kebutuhan pemberdayaan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.


Promosi Doktor Bagus Ramadi sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan dalam melahirkan akademisi yang mengembangkan pemikiran hukum Islam berdasarkan persoalan nyata di tengah masyarakat. Kajian ini juga memperlihatkan potensi zakat tidak hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan dan kemaslahatan sosial. (SPT)

×