Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Yayasan Eropa & PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Bekerjasama dengan Taman Nasional Bali Barat Sukseskan Program Konservasi Hijau & Pemulihan Ekosistem

Senin, Agustus 10, 2026 | 22:00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T15:00:02Z

 


Siaran Kabar | Jembrana Bali – Penanaman perdana ribuan bibit mangrove berkelanjutan diselenggarakan oleh PT. Wijaya Laksmi Bhuana Agung disingkat PT. WLBA bekerjasama dengan Taman Nasional Bali Barat atau TNBB untuk konservasi dan pemulihan ekosistem ini adalah langkah nyata program sukses tahap awal yang sekaligus momen memperingati Hari Konservasi Nasional, Senin tanggal 10 Agustus 2026


Mengapa penanaman mangrove penting ? 

Plt. Kepala Balai TNBB Bapak Adang Adang Bayu Pamungkas, S.HUT.,M.Sc. menyampaikan pemaparan 


“Hutan Mangrove berfungsi sebagai penanggulangan abrasi laut, perlindungan gelombang tsunami, tempat ikan dan biota laut bertelur dan berkembang biak diantara akar rimpangnya, tempat burung burung bersarang di cabang rantingnya, ketersediaan oksigen, pemanfaatan ekowisata, ketahanan pangan dan pertahanan keamanan negara, menyerap gas karbon dioksida untuk melawan perubahan iklim, serta menyaring kotoran dan limbah agar air laut tetep bersih, banjir rob, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove juga berperan menjaga kualitas perairan, menyerap polutan, serta menopang produktivitas sektor perikanan dan lebih dari 80 persen spesies laut tropis bergantung pada ekosistem pesisir, termasuk mangrove, sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pembesaran (nursery ground), dan mencari makan (feeding ground)” ujarnya.


Dalam peresmian pembukaan penanaman mangrove perdana tsb dihadiri oleh ratusan tamu undangan diantaranya adalah KPH-DLH Buleleng, Camat Gerokgak ; I Gede Rimbawa giri, Danramil Gerokgak; Kapten Infantri Made Sudiarcana, Polsek Grokgak ; Aipda Wayan Suparma, Kepala Desa Sumber Klampok sekaligus ketua panitia; Wayan Sawitra yasa, Kelompok Sadar Wisata Segara Indah sumber klampok, LPD Sumber klampok, para Nelayan wana segara dan Bunga indah,Yayasan mulat sarira,Batur kalawasan, sangar bona Alit, komunitas seke Demen Berbagi, Yayasan Bumi Bali Bagus, yayasan kerta boga sari, yayasan kasih insan semesta, Yayasan Inti Alam Bali, yayasan kesatria keris Bali, yayasan pancer langit, yayasan rasa boga sari, yayasan wanara petak, Guru - guru serta para pelajar SMP N Satu atap 1 dan SMAN 1 Gerokgak dan juga Stikes.


Pada kesempatan itu BTNBB juga memberikan penghargaan kepada SDN Sumber Klampok atas jasa penyelamatan Jalak Bali. 


R.A. Ambarwati Kencono Wungu selaku Direktur Utama PT WLBA menjabarkan tentang program konservasi berkelanjutan.


Setelah penanaman mangrove ini adalah segera membangun instalasi air bersih dari TNBB sampai pulau Menjangan, Pembangunan dermaga penyebrangan, sanctuary Banteng, perlindungan flora dan fauna, pengolahan dan pengelolaan sampah, penanaman terumbu karang serta pemulihan ekosistem TN dalam program kerjasama dengan TNBB, dalam hal penanaman mangrove diberdayakan kelompok masyarakat sekitar sebagai lapangan kerja dan penghasilan tambahan, dari biaya tanam, perawatan dan evaluasi tahunan dibiayai oleh PT WLBA.


"Dijelaskan pula penanaman mangrove 19 Hektare ini dilaksanakan secara berkesinambungan, untuk penyemangat dari PT WLBA akan menyediakan hadiah uang tunai dan berikut sertifikat penghargaan untuk kelompok tanam yang paling baik pertumbuhan dan perawatannya, di tahun pertama, kedua dan ketiga” ungkapnya.


Mr Alex Lemancel, tamu undangan berkebangsaan Perancis yang memiliki hubungan baik dengan Prince Albert 2 Monaco-Fondation dan Yayasan di Eropa menambahkan 


"Bahwa hari ini kita bukan hanya menanam mangrove tetapi kita menanam harapan, menjaga pesisir laut, lingkungan hidup untuk generasi akan datang dan kami membawa semangat dukungan dari Monaco dan yayasan lain dari Eropa terhadap konservasi alam ini harapanya antara Monaco dan Yayasan Royal Nusantara Agung dapat membangun kolaborasi nyata berkelanjutan bersama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung".


"Disamping itu pohon mangrove adalah salah satu ekosistem blue carbon yang mampu menyerap dan menyimpan karbon sekitar empat kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Karena itu, perlindungan dan restorasi mangrove menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga keanekaragaman hayati” Imbuhnya.


“Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan tumbuhnya mangrove, pulihnya ekosistem, meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir, serta terjaganya lingkungan hidup bagi generasi saat ini dan mendatang,” pungkasnya. (Red/MK)

×