Siaran Kabar | KETAPANG, KALBAR — Seorang pekerja bernama Edi Wahyudi ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke laut saat bekerja di kawasan pembangunan jetty PT Borneo Alumindo Prima (BAP), Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (14/8/2026).
Edi diketahui bekerja sebagai helper pada PT Naga Jaya Sahabat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.05 WIB ketika korban sedang melakukan pemindahan material besi di area jetty.
Berdasarkan keterangan awal manajemen PT BAP, korban diduga terjatuh setelah rakit atau ponton apung di sekitar lokasi pekerjaan bergeser akibat arus air. Kondisi tersebut diduga membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya jatuh ke laut.
Rekan kerja yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pekerjaan.
Pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan. Operasi melibatkan pihak perusahaan bersama Basarnas Pos SAR Ketapang, TNI AL, Polairud Ketapang, Brimob, BPBD Ketapang, Satpol PP Ketapang, serta tim penyelam.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada Jumat sekitar pukul 15.34 WIB. Jasad Edi ditemukan sekitar 990 meter dari titik awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Operasi SAR resmi dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB.
Diduga Tak Menggunakan Jaket Pelampung
Dalam keterangan awal manajemen PT BAP, korban diduga tidak menggunakan jaket pelampung ketika bekerja di sekitar area perairan.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan terkait penyebab kecelakaan maupun pihak yang bertanggung jawab. Manajemen menyatakan penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi.
Investigasi akan mencakup sejumlah aspek, antara lain metode kerja, pengawasan, kondisi lingkungan kerja, hingga penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selama proses pencarian berlangsung, aktivitas di sekitar lokasi kejadian dihentikan sementara. Area juga diamankan agar proses pencarian maupun investigasi dapat berjalan tanpa gangguan.
Manajemen PT BAP menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan serta memenuhi hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga menyatakan siap bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja, serta instansi terkait dalam proses penyelidikan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan, termasuk ada atau tidaknya unsur kelalaian dari pihak tertentu, masih menunggu hasil investigasi resmi.
Catatan: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini masih bersifat sementara dan tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan kesalahan atau tanggung jawab pihak tertentu sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. (EK/Kalbar)


