Siarankabar.com, Pemalang- Hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mendapat ruang apresiasi di lingkungan akademik melalui Social Project Exhibition 2026 yang diselenggarakan President University di President University Convention Center, Jababeka, Selasa (28/7). Kehadiran produk-produk unggulan hasil pembinaan menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan mampu melahirkan karya yang berkualitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan pembinaan.
Beragam produk hasil karya Warga Binaan, seperti Batik Lintas Lima, kopi 5PM Coffee, produk bakery, CnC Craft, dan berbagai kerajinan kreatif lainnya dipamerkan kepada sivitas akademika dan masyarakat. Menariknya, booth Lapas Cipinang dikelola oleh mahasiswa Program Studi Hukum President University yang turut memperkenalkan proses pembinaan di balik setiap produk kepada para pengunjung.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa partisipasi dalam pameran ini bukan sekadar memamerkan produk, melainkan memperlihatkan hasil nyata pembinaan yang berorientasi pada perubahan.
"Setiap karya yang ditampilkan adalah hasil proses pembinaan, pembelajaran, dan pembentukan karakter. Ketika karya Warga Binaan diterima di ruang akademik, yang tumbuh bukan hanya apresiasi terhadap produknya, tetapi juga kepercayaan bahwa pembinaan mampu menghadirkan perubahan dan mempersiapkan mereka kembali menjadi bagian produktif di tengah masyarakat," ujar Dr. Syarpani.
Sementara itu, Kepala Program Studi Hukum President University, Dr. Grace Sharon, menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap pemasyarakatan.
"Kampus harus menjadi ruang yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kehadiran karya Warga Binaan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan potensi yang layak diapresiasi dan menjadi jembatan untuk membangun penerimaan masyarakat terhadap proses reintegrasi sosial," ungkapnya.
Salah seorang mahasiswa yang bertugas menjaga booth, Nia Ramadani, mengaku banyak pengunjung memberikan respons positif setelah mengetahui seluruh produk merupakan hasil karya Warga Binaan. "Awalnya banyak yang tidak menyangka produk-produk ini dibuat oleh Warga Binaan. Setelah mengetahui proses pembinaannya, mereka justru memberikan apresiasi yang sangat positif. Pengalaman ini mengajarkan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan untuk berubah dan berkarya," ungkapnya.
Keikutsertaan dalam Social Project Exhibition 2026 menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Cipinang memperluas jejaring dengan dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk hasil pembinaan, tetapi juga memperkuat keberhasilan reintegrasi sosial melalui tumbuhnya kepercayaan publik terhadap Warga Binaan yang telah dibekali keterampilan, karakter, dan semangat untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat. Selaras dengan Pemasyarakatan Kerja Nyata, langkah ini mencerminkan komitmen Lapas Cipinang dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak sesuai arah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. (Ragil)



