Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Keajaiban dari Kaki Gunung: Ketika Mata Air Kuta dan Karangsari Jadi Pahlawan Haus Warga Pemalang

Selasa, Juli 28, 2026 | 22:54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T15:54:20Z

Siarankabar.com, Pemalang- Musim kemarau panjang yang bikin tanah retak dan sumur warga berubah jadi debu tidak menyurutkan harapan hidup di beberapa sudut selatan Kabupaten Pemalang. 


Di tengah status darurat kekeringan yang melanda 30 desa, ada kisah penyemangat yang datang dari gemercik air jernih di Desa Kuta, kecamatan Belik dan mata air Lungsir di Desa Karangsari, kecamatan Pulosari.


Dua wilayah ini mendadak jadi pusat perhatian sekaligus oase paling dicari. Saat daerah lain harus menunggu mobil tangki bantuan datang mengantre berjam-jam, aliran air dari celah bebatuan dan akar pohon di Kuta dan Karangsari seolah tak kenal kata surut.


Debit Air yang Menolak Menyerah

Di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, sumber mata air Lungsir berdiri kokoh di tepi jalan raya. Tempat ini menjadi saksi bisu bagaimana puluhan jerigen dan mobil pengangkut bolak-balik mengisi kehidupan setiap hari. 


Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPDB) Kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin mengatakan,bahwa dari dua mata air tersebut, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke beberapa titik krisis air bersih sebanyak 

 2.058.000 liter 


" Selama ini pengambilan dari dua mata air di Kuta dan Karangsari berjalan lancar tidak mengalami kendala, angka sebesar itu untuk droping dari tanggal 24 juni sampai dengan 27 juli 2026, Satu hari rata-rata bisa mencapai 25 rit," Jelas Agus, pada Selasa ( 28/7 ).


BPBD Pemalang memprediksi kemarau panjang yang menyebabkan Kekeringan di berbagai wilayah di kabupaten Pemalang, akan berlangsung hingga Oktober nanti




Kepala BPBD Pemalang menegaskan bahwa penanaman dan pemeliharaan pohon secara rutin adalah kunci utama untuk menyelamatkan wilayah dari bencana kekeringan jangka panjang. Langkah hijau ini berfungsi menjaga cadangan air tanah dan memperbaiki ekosistem alam.


"Akar berfungsi menyerap dan menyimpan air hujan di dalam tanah,Perawatan berkelanjutan Menanam saja tidak cukup; warga wajib merawat pohon hingga tumbuh besar, Langkah ini mencegah krisis air bersih saat musim kemarau tiba,kami 

mengajak masyarakat untuk aktif melakukan penghijauan di lahan kosong sekitar tempat tinggal,"tutupnya. (Ragil).

×