Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Giat Budaya bersama Perbawa Kota Semarang, dimeriahkan oleh "YAYASAN KEDHATON MATARAM AGUNG " lancar kondusif

Sabtu, September 19, 2026 | 21:03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T14:03:53Z

SEMARANG, SIARAN KABAR — Giat budaya yang digelar Paguyuban Perbawa Kota Semarang berlangsung meriah, lancar, dan kondusif di kawasan Kota Tua Semarang yang dikenal sebagai Little Nederland, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pegiat budaya Kota Semarang serta berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung pelestarian budaya Jawa.

Yayasan Kedhaton Mataram Agung turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hadir jajaran pengurus mulai dari Ketua Umum, Pengawas, Bendahara, Humas, hingga anggota dengan jumlah sekitar 15 orang.

Pengawas Kedhaton Mataram Agung, Ki Tarno Demang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya para ibu-ibu berkebaya dalam nguri-nguri atau melestarikan budaya Jawa di Kota Semarang.

Menurutnya, kegiatan budaya juga menjadi ruang yang memperlihatkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat.

"Acara ini adalah kegiatan para ibu-ibu berkebaya yang nguri-nguri budaya Jawa di Kota Semarang. Selain itu, wanita kedudukannya setara dengan kaum pria," ujar Ki Tarno Demang.

Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan masa pergerakan pada zaman dahulu ketika perempuan lebih banyak menjalankan peran domestik untuk mengurus keluarga.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini dapat menjadi cermin kebersamaan antara perempuan dan laki-laki dalam melestarikan budaya.

"Saya sebagai pemerhati budaya sekaligus penasehat di Kedhaton Mataram Agung pusat merasa bangga bahwa budaya kita masih digandrungi masyarakat pada umumnya. Kita sebagai generasi muda saat ini, mari bersama-sama menciptakan kegemaran berbudaya," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Kedhaton Mataram Agung yang hadir sekitar pukul 15.00 WIB langsung bergabung dalam barisan kirab perempuan berkebaya.

Ia menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan bagian dari upaya nguri-nguri peninggalan leluhur yang telah diwariskan kepada generasi saat ini.

"Kebudayaan adalah kegiatan nguri-nguri leluhur terdahulu yang sudah pergi meninggalkan kita semua, dengan menciptakan berbagai bentuk varian busana adat di Kota Semarang," ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya perlu terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan tantangan globalisasi modern.

"Harapan bagi kita semua, budaya harus dilestarikan sesuai perkembangan zaman. Akan tetapi, kita harus tetap semangat menjaga dan mengembangkannya, karena melestarikan budaya berarti menjaga warisan untuk masa depan bangsa," katanya.

Ketua Umum Kedhaton Mataram Agung juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk semakin kompak dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

"Saya mengajak semua pengurus dan anggota Kedhaton Mataram Agung agar semakin semangat dan kompak dalam berbudaya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan anggota yang telah ikut menghadiri giat budaya Perbawa Kota Semarang," ucapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Semarang Utara yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan giat budaya. Tampak pula jajaran Muspika Kota Semarang, pemerhati budaya, sesepuh budaya, pelaku budaya, serta para tamu undangan dari berbagai wilayah Kota Semarang.

Billy Pujianto: Budaya Perlu Terus Dihidupkan

Bendahara Kedhaton Mataram Agung, Billy Pujianto, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Ia terlihat berbaur bersama para ibu-ibu berkebaya dan turut mengabadikan momen melalui foto bersama.

Saat ditemui media di sela-sela kegiatan, Billy menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan giat budaya tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan para ibu-ibu berkebaya perlu terus dilakukan karena selain memberikan ruang hiburan dan kebersamaan, juga menjadi sarana untuk melestarikan busana kebaya sebagai bagian dari budaya Jawa.


"Acara seperti ini sering-sering saja dilakukan. Para ibu-ibu Kota Semarang hatinya gembira dan ikut serta melestarikan busana kebaya Jawa. Saya juga berharap para suami ikut mendampingi dalam acara seperti ini," kata Billy.

Ia juga menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap budaya semakin terlihat dengan hadirnya berbagai paguyuban, yayasan, dan kelompok budaya.

"Sekarang di Kota Semarang, semua lapisan masyarakat sudah semakin sadar akan budaya dengan adanya beberapa paguyuban, yayasan, dan kelompok budaya seperti Yayasan Kedhaton Mataram Agung," jelasnya.

Kegiatan giat budaya Perbawa Kota Semarang tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mengenakan busana tradisional, serta memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Semangat pelestarian budaya diharapkan terus berkembang seiring dengan karakter Kota Semarang yang memiliki masyarakat majemuk dan beragam latar belakang budaya.

Ketua Umum Kedhaton Mataram Agung juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita berbudaya sampai kita menua bersama dan sampai rambut memutih," imbuhnya.

Kegiatan pun berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan ditutup dengan berbagai aktivitas budaya serta foto bersama.

Red/Alfian

×