Siaran Kabar | Merangin (Jambi) – Polsek Tabir Ulu terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata di wilayah hukumnya. Kali ini, Kapolsek Tabir Ulu menginisiasi program penanaman pohon serentak di sepanjang bantaran sungai, dengan menggandeng pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna desa-desa se-Kecamatan Tabir Barat.
Langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus implementasi program unggulan bertajuk “Revolusi Ekonomi Hijau.”
Dalam pertemuan koordinasi bersama perwakilan Karang Taruna, Kapolsek Tabir Ulu menegaskan bahwa perlindungan daerah aliran sungai (DAS) menjadi prioritas utama, terutama untuk mencegah erosi serta menjaga keseimbangan ekosistem air.
“Kami tidak ingin hanya sekadar menanam, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat. Melalui program Revolusi Ekonomi Hijau ini, kami berharap lingkungan yang asri juga dapat memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal,” ujar Kapolsek.
Adapun rencana aksi yang akan dilakukan meliputi penanaman di sepanjang bantaran sungai yang rawan abrasi di wilayah Kecamatan Tabir Barat. Jenis bibit yang digunakan adalah pohon produktif dan tanaman keras yang memiliki kemampuan mengikat tanah dengan baik. Kegiatan ini akan melibatkan personel Polsek Tabir Ulu, anggota Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mitigasi bencana alam, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Dukungan penuh datang dari kalangan pemuda. Ketua Karang Taruna menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
“Kami siap turun ke lapangan. Program Revolusi Ekonomi Hijau ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan desa yang mandiri dan hijau,” ungkap salah satu perwakilan pemuda.
Rencananya, kegiatan penanaman pohon ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, guna memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan terjaga keberlanjutannya. (Hirian Hidayat/Kaperwil Jambi)


