Siaran Kabar | Surabaya - Asrama Haji Embarkasi Surabaya mendadak diwarnai suasana tegang pada Kamis (7/5) malam.
Seorang jemaah haji asal Jombang yang tergabung dalam Kloter 62 dilaporkan mencoba keluar dari area embarkasi dan sempat bersitegang dengan petugas keamanan yang berjaga di pintu pagar.
Jemaah laki-laki berusia sekitar 60 tahun itu sebelumnya diketahui tengah menemui keluarganya di halaman depan asrama haji.
Namun secara tiba-tiba ia mencoba berjalan keluar melewati pagar embarkasi. Upaya tersebut langsung dicegah oleh petugas keamanan.
Diduga merasa dihalangi, jemaah tersebut tersulut emosi hingga nyaris memukul petugas keamanan.
Dalam kondisi emosional, ia juga sempat melempar tas beserta kartu identitas jemaah hajinya yang dikalungkan di leher.
Situasi sempat menjadi perhatian para jemaah dan keluarga yang berada di lokasi.
Beruntung, pihak keluarga bersama petugas kloter segera menenangkan yang bersangkutan sehingga kondisi dapat kembali kondusif.
Ketua Kloter 62, Hasanuddin, menjelaskan bahwa tanda-tanda ketidaknyamanan sebenarnya sudah terlihat sejak jemaah tersebut tiba di asrama.
“Pertama memang pada saat masuk ke kamar, dia merasa mungkin tidak nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya dan minta pulang saja,” ujar Hasanuddin, Kamis (7/5).
Menurutnya, salah satu faktor yang memicu keresahan jemaah tersebut diduga karena keinginannya untuk berada satu kamar bersama sang istri.
Diketahui, pasangan suami istri itu berangkat menunaikan ibadah haji bersama dalam Kloter 62.
Setelah berhasil ditenangkan, jemaah tersebut langsung dibawa oleh dokter pendamping dan petugas kloter menuju Rumah Sakit Menur Surabaya guna menjalani observasi medis lebih lanjut.
“Insyaallah ini tadi sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Di sana saat ini diobservasi dan masih menunggu hasil observasi.
Insyaallah dokter pendamping ada di sana,” jelas Hasanuddin.
Terkait kemungkinan jemaah tersebut tetap diberangkatkan ke Tanah Suci, pihak kloter menyerahkan sepenuhnya kepada hasil pemeriksaan tim medis.
Diketahui, Kloter 62 dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Jumat (8/5) pukul 14.40 WIB.
Namun kepastian keberangkatan jemaah tersebut masih menunggu rekomendasi dokter.
“Ya, ini nanti enggak tahu bisa atau tidaknya berangkat masih melihat hasil observasi yang disampaikan oleh dokter.
Yang memberikan kewenangan dokternya nanti,” pungkasnya. NA (Hussain Rizqy/Kaperwil Jatim)


