Siaran Kabar | Medan —Beredarnya video dugaan tindakan kekerasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik setelah rekaman tersebut viral di media sosial.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada 31 Maret 2026 di Jalan Pancasila Gang Sekolah, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, di lingkungan operasional Yayasan Rang Minang Asli
Korban diketahui berinisial HP yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) pada program MBG di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan korban kepada redaksi Fakta Sumatera insiden bermula saat berlangsung diskusi dan perdebatan internal antara dirinya dengan Ketua Yayasan terkait pelaksanaan pekerjaan program MBG.
Menurut HP, perdebatan awalnya berjalan secara verbal. Namun situasi berubah ketika seorang pengawas yayasan yang berada di ruangan tersebut tiba-tiba berdiri dari sofa, mendatangi korban, lalu diduga melakukan tindakan pencekikan.
Saat kejadian berlangsung, korban berada dalam posisi duduk di kursi.
> “Saya sedang duduk ketika debat berlangsung, lalu pengawas datang dan langsung mencekik saya,” ujar HP.
Korban menegaskan bahwa peristiwa tersebut sesuai dengan rekaman video yang kini beredar luas di media sosial
Selain dugaan tindakan pencekikan, HP juga menyampaikan adanya dugaan tindakan intimidasi yang disebut dilakukan oleh Ketua Yayasan terhadap tenaga pelaksana lain dalam program MBG.
Menurutnya, tekanan tersebut diduga dialami oleh tenaga ahli gizi maupun asisten lapangan (Aslap). Situasi tersebut disebut turut tergambar dalam video yang beredar dan menjadi bagian dari konflik internal di lingkungan kerja.
HP menyatakan bahwa tindakan kekerasan fisik merupakan kejadian pertama yang dialaminya, namun tekanan maupun intimidasi disebut telah terjadi sebelumnya.
Korban menilai hingga saat ini pihak yayasan belum menunjukkan sikap mengakui kesalahan atas insiden tersebut. Hal ini kemudian memunculkan perhatian publik terhadap mekanisme penyelesaian konflik serta perlindungan tenaga kerja dalam pelaksanaan program sosial.
Publik juga berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalitas, etika kerja, serta keamanan bagi seluruh petugas pelaksana.
Perkembangan kasus ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait serta langkah lanjutan dari aparat berwenang. (Sumber : Redaksi Fakta Sumatera)


