Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Penguatan Kompetensi Praktis Mahasiswa Hukum, Selindo Fasilitasi Pelatihan Intensif Penyusunan Dokumen Legal

4/20/2026 | 22:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-20T15:07:19Z

Siaran Kabar | Semarang — Upaya menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik profesional kembali ditunjukkan oleh Firma Hukum Sentra Lex Indonesia (Selindo) melalui penyelenggaraan pembelajaran intensif bagi mahasiswa magang Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Senin (20/4/2026) malam ini difokuskan pada penguatan keterampilan teknis dalam penyusunan dokumen hukum.


Sebanyak enam mahasiswa magang, yakni Cindy Rahma Juwita, Citra Mahadewi Pujiyana, Stevie Putria Hartanu Sativa, Zahra Risye Anggita Putri, Zhafira Zaskia Alya Amani, dan Ardhiana Fadhila, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik penyusunan surat kuasa dan somasi—dua instrumen hukum yang memiliki peran sentral dalam praktik advokasi dan penyelesaian sengketa.


Materi disampaikan oleh Sekretaris Paguyuban Mediator Non Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Dr (Hc). Joko Susanto, S.Pd., S.H., M.H., CPLA, yang menguraikan secara komprehensif aspek formil dan materiil dalam penyusunan dokumen hukum. Ia menekankan bahwa surat kuasa bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dasar legitimasi bertindak bagi kuasa hukum dalam mewakili kepentingan klien. Sementara itu, somasi diposisikan sebagai langkah awal yang strategis dalam penyelesaian sengketa secara non-litigasi sebelum perkara berlanjut ke pengadilan.


“Ketepatan redaksi, kejelasan identitas para pihak, serta dasar hukum yang digunakan menjadi elemen krusial dalam menyusun surat kuasa maupun somasi. Kesalahan kecil dalam penyusunan dapat berdampak besar terhadap posisi hukum para pihak,” jelas Joko dalam pemaparannya.


Lebih lanjut, ia juga memberikan gambaran praktik tentang bagaimana merumuskan substansi somasi yang efektif, mulai dari penyusunan kronologi peristiwa, dasar tuntutan, hingga batas waktu pemenuhan kewajiban, sehingga dokumen tersebut tidak hanya memiliki kekuatan hukum, tetapi juga daya tekan secara persuasif.


Kepala Kesekretariatan Selindo, Yanuar Habib, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari desain pembinaan berkelanjutan yang diterapkan Selindo bagi mahasiswa magang. Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis seperti legal drafting menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki oleh calon sarjana hukum.


“Dunia praktik menuntut ketepatan dan kecepatan dalam bekerja, termasuk dalam menyusun dokumen hukum. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan,” ungkap Yanuar.


Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran yang dilakukan Selindo tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan pola pikir profesional, termasuk ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan analisis hukum.


Salah satu peserta magang, Zahra Risye Anggita Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan dengan perkuliahan di kelas. Ia mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih konkret terkait implementasi teori hukum dalam praktik.



“Kami tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung melihat bagaimana sebuah dokumen hukum disusun secara sistematis dan memiliki kekuatan hukum. Ini menjadi bekal yang sangat penting bagi kami ke depan,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Selindo menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya bergerak di bidang layanan hukum, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran profesional bagi generasi muda. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis praktik, diharapkan mahasiswa magang mampu mengembangkan kompetensi yang relevan dan siap terjun ke dunia hukum yang dinamis. (Yudi Imanuddin/Kaperwil Jateng)

×