Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

FGD dan Halal Bihalal Pinalis: Perkuat Peran Mediator Non-Hakim dalam Penyelesaian Sengketa

4/22/2026 | 13:04 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T06:04:48Z

Siaran Kabar | Semarang — Paguyuban Mediator Non-Hakim Pengadilan Negeri Semarang (Pinalis) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai upaya memperkuat kinerja dan profesionalitas anggotanya. Kegiatan tersebut berlangsung di Resto & Kafe Gerhana, Semarang, Selasa (21/4/2026) sore.


Forum ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Dr. Salman Alfarasi, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua PN Semarang Romel Fransiskus Tambuolan, S.H., M.H., serta jajaran hakim dan panitera. Turut hadir pengurus inti Pinalis, di antaranya Ketua Umum Prof. Dr. Retno Mawarini Sukmariningsih, S.H., M.Hum., Ketua Harian Dr. Endang Sri Sarastri, Wakil Ketua Dr. Sri Subekti, Sekretaris I Dr. (Hc.) Joko Susanto, Bendahara I Prof. Dr. Liliana Tedjosaputro, S.H., M.H., M.M., Bendahara II Hj. Gatyt Sari Chotidjah, Kepala Kesekretariatan Maridjo, serta para mediator non-hakim yang aktif di lingkungan PN Semarang.


Kegiatan diawali dengan tausiyah oleh KH. Muh. Kholiq yang memberikan penguatan nilai-nilai spiritual, dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran pengurus dan arahan dari Ketua Pengadilan Negeri Semarang. Momentum halal bihalal sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan dan profesional antaranggota.



Ketua Umum Pinalis, Prof. Dr. Retno Mawarini Sukmariningsih, menjelaskan bahwa paguyuban ini menjadi wadah bagi mediator non-hakim bersertifikat Mahkamah Agung untuk meningkatkan koordinasi dan kualitas layanan mediasi. “Kami hadir untuk menyatukan mediator profesional agar mampu bekerja lebih efektif dalam membantu penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberadaan mediator non-hakim memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja pengadilan, khususnya dalam mempercepat penyelesaian perkara. Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa efisiensi penanganan perkara perdata sangat bergantung pada optimalisasi mekanisme mediasi yang netral dan profesional.


Dalam kesempatan tersebut, Pinalis juga memperkenalkan inovasi berupa platform digital Damaiku.org. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses penjaringan mediator non-hakim dalam pelaksanaan mediasi, sekaligus meningkatkan aksesibilitas dan transparansi layanan.


Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Dr. Salman Alfarasi, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap peran aktif para mediator non-hakim. “Kami sangat mendukung paguyuban ini agar terus berkembang. Kehadiran mediator yang profesional dan berintegritas sangat membantu para pencari keadilan untuk memperoleh penyelesaian sengketa yang cepat dan berkeadilan,” katanya.


Ia juga mengungkapkan bahwa sejak pengukuhan Pinalis pada Januari 2026, telah terdapat lima perkara yang berhasil diselesaikan melalui mediasi oleh mediator non-hakim, dan seluruhnya mencapai kesepakatan damai. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator nyata efektivitas peran mediator non-hakim dalam sistem peradilan.


Diskusi dalam FGD berlangsung dinamis, membahas berbagai tantangan dan peluang dalam optimalisasi mediasi di pengadilan. Para peserta menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas mediator, penguatan regulasi, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses mediasi yang lebih modern.


Melalui kegiatan ini, Pinalis diharapkan mampu terus meningkatkan kontribusinya dalam sistem peradilan, khususnya dalam mendorong penyelesaian sengketa yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada perdamaian. (Yudi Imanuddin/Kaperwil Jateng) 

×