Semarang / SIARAN KABAR – Paguyuban Semar Bersatu bersama para budayawan Kota Semarang menggelar kegiatan sosial Bursa dan Pameran Batu Nusantara dalam rangka memperingati hari jadi pertama (1) Semar Bersatu. Acara ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya Tosan Aji dan batu mulia atau akik, bertempat di Dargo, Kota Semarang, pada Sabtu dan Minggu, tanggal 3–4 Oktober 2026.
Ki Tarno Demang dari Paguyuban Kedhaton Mataram Agung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya melestarikan budaya berbentuk benda, seperti batu mulia atau akik, keris, tombak, pedang, dan benda pusaka lainnya.
Seluruh peserta antusias mengikuti acara ini karena dapat menjalin hubungan silaturahmi dengan sesama pemerhati Tosan Aji, masyarakat, serta pemerintah daerah di Kota Semarang.
Di sela-sela pameran, sejumlah pengunjung dan masyarakat dari luar kota turut hadir, di antaranya dari Kudus, Kendal, Ungaran, Demak, dan Pekalongan. Kota Semarang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Acara berlangsung cukup meriah dengan penampilan tarian dan pertunjukan sulap oleh rekan-rekan pelaku budaya, tegasnya.
Acara ini diselenggarakan atas dasar kepedulian terhadap pelestarian budaya Kota Semarang. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya yang berwujud benda akan tetap lestari sampai kapan pun.
Kegiatan yang berlangsung lancar dan sukses ini menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam menjaga dan mengembangkan budaya bangsa. Sebagai generasi penerus, masyarakat sudah selayaknya turut melestarikan warisan budaya agar tetap terjaga.
Tujuan kegiatan ini adalah menjalin kebersamaan dan mempererat ikatan antara sesama pelestari budaya dengan masyarakat di sekitar Kota Semarang. Dukungan pemerintah dan masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Oleh karena itu, para peserta Bursa Batu Mulia dan Tosan Aji menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun di Kota Semarang.
Salah satu peserta pameran yang hadir di lokasi mengungkapkan kebanggaannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagai warga Kota Semarang, masyarakat patut bangga dengan adanya kegiatan yang mendukung pelestarian budaya dan perlu terus menjaga keberlangsungannya.
Selanjutnya, acara berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Oktober 2026, dan diwarnai dengan sejumlah kegiatan UMKM yang telah disediakan di lokasi.
Bambang Rohmani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas untuk memajukan budaya Nusantara di Semarang dan sekitarnya. Menurutnya, masyarakat patut bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing melalui lapak UMKM yang telah disediakan.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Semarang dan terus berlangsung selama para pelaku budaya menjaga konsistensi dalam melestarikan warisan budaya.
Dengan demikian, tujuan bersama untuk melestarikan budaya kebendaan berupa batu mulia dan perkerisan atau Tosan Aji dapat terus diwujudkan.
Redaksi: Alfian



