Semarang / Siaran kabar - Rapat Koordinasi Rencana Eksplorasi Panas Bumi di Kabupaten Semarang ( Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo) oleh PT PLN dan PT Geo Dipa Energi berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 di Ungaran, Jawa Tengah yang berlangsung kondusif.
Adapun para peserta yang hadir Bapak Bupati Kab. semarang , General Meneger PT PLN, Direktur PT Geo Dipa Energi,kepala Kejaksaan kab. Semarang,Kapolres kab. Semarang, Dandim Kab. Semarang , Kapolres Kota Salatiga, Dandim Salatiga,Camat Bandungan,Kades Kembangan, Kordinator cagar budaya Jateng, Kasie BPN kab.semarang, kabid Tata lingkungan dan kehutanan provinsi Jateng , serta Lembaga Kesenian Kabupaten Semarang, Ketua Umum Yayasan Kedhaton Mataram Agung kota semarang dan Beberapa lintas pemerhati budaya/ pelestari alam lingkungan hidup,ujar awak media.
Tiyas Andayani memaparkan bahwa kemarin ada penolakan dari beberapa masyarakat sekitar oleh karena itu akan dilakukan ijin lingkungan dan apakah masyarakat mendukung? Saat ini masih tahap studi teknis dan belum diketahui titik lokasinya. Perlindungan tentang situs Cagar budaya akan menjadi prioritas dan Kajian Amdal,akan kita libatkan masyarakat setempat dengan harapan ke kawatiran dapat diperkecil.
Moch Rizal menambahkan,bahwa PT PLN dan Geo saat ini belum ada kordinasi degan pemerintah daerah setempat, dan ada penolakan dari masyarakat dengan adanya petisi dari masyarakat. Dampaknya Geothermal ini terhadap masyarakat akan di kaji dan dipertimbangan, karena sampai saat ini di kabupaten Semarang masih kondusif, dan terkait isu ekplorasi gunung Ungaran dimedia sosial akhir - akhir ini.
Bahwa sampai saat ini blm ada program dari PT. PLN terkait dari eksplorasi geothermal panas bumi yang ada hal tersebut masih analisa dan evaluasi dari intern PLN, kemudian di tahun 2021 adalah target, tetapi proses ini masih panjang, kita melibatkan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi dan jika ini berlanjut kita libatkan semua elemen.
Dampak sosial pertama yang terjadi lokasi tersebut dekat dengan situs Candi Gedhong Songo sampai saat ini belum ditentukan oleh PT PLN, artinya bahwa kami juga akan menolak jika letaknya di lingkungan Candi, maka lokasi tersebut akan jauh dari situs candi .
Dampak sosial ke dua sumber mata air kami pasti kan tidak berpengaruh ekosistem air karena akan berjarak dan gas beracun yang akan muncul h2s ( sulfur) kepekatan akan di evakuasi oleh tim PT PLN.
Dampak sosial ke tiga
warga desa sekitar kami akan lakukan sosial dan negosiasi terhadap masyarakat / warga yang terdampak di lokasi khususnya masyarakat petani,secara jangka panjang akan lakukan rehabilitasi bagi para petani sekitar.
Area Pengeboran yang diperlukan kurang lebih 5 hektare sampai 10 hektare termasuk gedung produksinya. Akses jalan untuk alat berat akan di ekplorasi atau di perbaiki, seperti jembatan, jalan dll.Apabila Program ini sudah berjalan tentunya,tetapi saat ini belum berjalan dan belum mendapatkan keputusan dari dinas terkait karena kajian kami belum dilakukan.Dahulu pernah ada kajian hanya foto udara karena kami belum ada penugasan resmi. PT PLN mohon maaf apabila saat ini terjadi kegaduhan di medsos terkait informasi Geothermal tersebut,tegasnya.
Toni (PT PLN) memaparkan bahwa Geothermal tujuanya untuk transisi energi, memiki keuntungan yang signifikan dan tidak terpengaruh oleh cuaca dalam arti stabil 24 jam, PLTP dengan uap panas bumi, medapatkan uap seperti kita lakukan pengeboran seperti air didalam tanah , uap yang kita butuhkan dan daerah resapan menjadi sumber utama. Panas bumi ini berbeda dengan tambang, sementara yg kita ambil air yang ada dibawah panas bumi, lubang sumur yang di bor 40 cm dengan kedalaman kurang lebih 2000 meter berbeda dengan proyek tambang.
Kehadiran Proyek geothermal ini tidak merusak lingkungan? Pasti kita kaji dan analisa kedepannya melibatkan masyarakat setempat dan kami siap mengakomodasi pemulihan gas beracun h2s yang ada dalam area tersebut dan perlu dimonitor tingkat keamanannya, air tanah tersebut berdampak positif buat kas daerah manfaat lain membuka lapangan kerja. Dan ap panas bumi untuk keringkan kopi seperti di daerah lain,membuat gula aren / Jawa,manfaat untuk petani terbuat dari panas bumi yakni pupuk.
Kedepan akan ada sosialisasi dan perizinan dalam desain konstruksi pembangkit geothermal ini kurang lebih enam sampai tujuh tahun ke depan, imbuhnya.
Pandangan Agus setiyawan (Dosen geo fisika Undip),bahwa Gunung Ungaran sangat menarik cantik dari sisi wisata, tersimpan potensi panas bumi yang luar biasa,saat itu saya mendengar bahwa PT PLN pada tahun 2017 melakukan ekplorasi tersebut. Saya jelaskan juga bahwa geothermal di gunung Ungaran sampai saat ini paling bersih di banding proyek yang lain, lanjut kembali secara teori pak Toni sudah menjelaskan di depan. Geothermal yang diambil adalah ekstraksi tekanan dari dalam tanah sehinga menjadi siklus tertutup seperti ketel dan yang dimanfaat uapnya seperti itu! gambaranya, dan air tidak akan terpengaruh. Intinya kalau ada keluhan sampaikan ke pemerintah sehingga PT PLN dapat bekerja dengan baik, tegasnya.
Juwanto dari lembaga kesenian kab. Semarang memberikan pendapat bahwa Status ekplorasi dari ke dua tersebut yakni Gunung Ungaran dan Telomoyo saat ini gunung Ungaran ternyata belum diKaji .Oleh sebab itu sebaiknya dialokasikan ke Rawa pening.Proyek geothermal ini mahal. Dibandingkan pembangkit listrik tenaga surya di Cirata hanya butuh 129 jt dolllar, lebih hemat. Geothermal atau potensi yang lain ( rawa pening jadikan PLTS terapung lbh efektif di bandinng geothermal) 7 x lipat lbh murah. Arahan sumber yang lain, karena sampai tahun 2030 , kita buat kajian bersama - sama PLTS terapung, mana yang lebih murah. secara budaya leluhur bahawa kebudayaan Gn Ungaran dan kendalisodo di nonaktifkan oleh Anoman karena ada bethoro kala hingga saat ini,tegas nya.
Kemudian Dirut PT PLN menjawab pertanyaan diatas bahwa kita akan lakukan kajian bersama- sama tentang Rawa pening dan RWP belum masuk di daftar proyek! Oleh karena itu Jarak pengeboran lebulih dari 2 KM, dan tidak merusak Candi Gedhong Songo, namun untuk implementasi kita kaji lagi dilapangan, tegasnya.
Yulianto dari desa Kenteng menjelaskan pula bahwa 1 tahun lalu kegiatan pendampingan dari pihak PT PLN terkait cek lokasi titik bor,Menyampaikan dari masyarakat bahwa baru kajian karena ramai di medsos, sesuatu saat nanti di putuskan langsung karena rata 2 menolak, jika siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu hal (bencana) dan apa jaminan dari PT PLN ke Warga.tegas nya
Pertanyaan langsung di Jawab dari perwakilan ESDM Jateng ( kewenangan dari pemerintah pusat, penugasan ke PLN atas UUD no 21 th 2014 ) rapat berikut nya hadirkan juga dirjen ESDM pusat, agar lebih paham.tegas nya.
Penuturan pak Bupati kab. Semarang akan dirapatkan internal kami ada dua hal sosialisasi yang intens di sana, harapan kita sementara waktu PT PLN menunda dulu dan kita perlu diskusi. Setelah itu akan kita bicarakan bersama gubernur, agar gejolak masyarakat reda dahulu lanjut menunggu perkembangan selanjutnya.Rad/ Alfian


