Tapanuli Tengah | siarankabar.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lingkungan X, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi sorotan setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait dugaan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (5/8/2026).
Dikutip dari kabarnusa.com, sejumlah ibu rumah tangga mendatangi dapur MBG yang dikelola Yayasan Tri Bangun Semesta di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan keberatan atas kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka.
Para orang tua mengaku khawatir terhadap keamanan pangan yang diberikan kepada peserta didik. Mereka menyebut beberapa menu diduga mengalami penurunan kualitas, di antaranya nasi yang diduga berbau seperti basi, daging ayam yang diduga belum matang sempurna karena masih terlihat berdarah, serta buah salak yang terasa masam.
Menurut para warga, persoalan tersebut tidak dapat dianggap sepele karena Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak. Mereka berharap setiap laporan masyarakat mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti secara profesional.
Warga yang hadir menyampaikan aspirasi di antaranya Reni, Desy, Siti Raijah, Umak Yunna, Mak Zairah, Restu, dan Mak Raisa. Mereka meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan.
Masih dikutip dari kabarnusa.com, Kepala PAUD Bangun Gembira menyatakan pihak sekolah mendukung masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terkait kualitas menu MBG.
"Pihak sekolah memberi dukungan untuk memberi aspirasi tentang kualitas menu MBG dan siap jika dihentikan MBG di PAUD Bangun Gembira," ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, perwakilan dapur MBG yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat.
"Apa yang perlu kami jawab, Pak? Terkait ibu-ibu yang datang, laporan mereka pun tidak ada," katanya.»
Dalam kesempatan yang sama, pihak dapur juga menyampaikan permohonan maaf atas dugaan sikap kurang baik yang ditunjukkan salah seorang anggotanya saat menerima pertanyaan dari warga.
"Kami mewakili anggota kami yang bernama Bela yang diduga bersikap arogan ketika ibu-ibu menanyakan kualitas menu. Kami meminta maaf kepada ibu-ibu tersebut. Kami akan membenahi seluruh kekurangan yang telah disampaikan," ujar perwakilan dapur.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut program pemenuhan gizi bagi anak-anak. Warga berharap seluruh proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dapat dievaluasi agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Masyarakat juga menunggu langkah konkret dari Yayasan Tri Bangun Semesta, SPPG, dan Badan Gizi Nasional untuk melakukan verifikasi terhadap berbagai keluhan yang disampaikan, sehingga diperoleh kepastian fakta serta langkah perbaikan yang diperlukan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Yayasan Tri Bangun Semesta maupun Badan Gizi Nasional terkait dugaan tersebut.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Samo Lahagu)


