Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Nyawa Siswa Terancam Saat Sungai Banjir, Masyarakat Mazino Desak Gubsu Bobby Nasution Tuntaskan Jembatan Mejaya yang Mangkrak 3 Tahun

Selasa, Juni 16, 2026 | 23:47 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T16:47:25Z

Siaran Kabar | NIAS SELATAN – Proyek pembangunan Jembatan Mejaya yang menghubungkan Desa Lawinda dengan Desa Hilinawalo, Kecamatan Mazino, Kabupaten Nias Selatan, dilaporkan mangkrak selama hampir tiga tahun tanpa adanya kelanjutan pekerjaan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah.


Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan jembatan tersebut baru menyelesaikan bagian bawah berupa dua unit abutment atau pangkal jembatan di kedua sisi sungai. Hingga saat ini, belum terlihat adanya pekerjaan lanjutan berupa pemasangan gelagar maupun lantai jembatan sehingga akses penyeberangan yang aman bagi masyarakat belum dapat terwujud.


Para siswa yang setiap hari melintasi sungai mengaku sering diliputi rasa khawatir, terutama saat musim hujan. Mereka menyebut debit air sungai dapat meningkat secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan.


"Ketika hujan, kami sangat takut menyeberang karena sungai ini mudah sekali banjir. Padahal tidak ada jalan alternatif lain bagi kami selain harus menyeberang sungai ini untuk bisa sampai ke sekolah," ujar salah seorang siswa.


Keluhan mengenai mangkraknya pembangunan Jembatan Mejaya sebelumnya juga telah disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pratiwi, saat agenda reses yang digelar di SMP Negeri 1 Mazino beberapa waktu lalu.


Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut yang nyata terkait kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.


Karena itu, masyarakat Kecamatan Mazino mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil langkah konkret guna melanjutkan pembangunan Jembatan Mejaya. 


Warga menilai keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi akses utama yang menunjang aktivitas pendidikan, sosial, dan perekonomian masyarakat setempat.


"Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Bapak Gubernur Bobby Nasution, dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jembatan ini. Jangan sampai harus menunggu adanya korban akibat derasnya arus sungai saat musim hujan. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujar salah seorang masyarakat setempat yang enggan disebut namanya. 


Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Mejaya dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan sehingga warga tidak lagi menghadapi kesulitan akses maupun risiko keselamatan saat beraktivitas, terutama bagi para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk menempuh pendidikan. (Bung Alan/Nias Selatan)

×