Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Dari Karanganyar Bakal ke Bali: LBH RUPADI Kunci Komitmen Kebersamaan dalam Family Gathering 2026

4/19/2026 | 20:45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T13:45:34Z

Siaran Kabar | Karanganyar— Agenda “Family Gathering dan Halal Bihalal” yang diselenggarakan Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH RUPADI), Sabtu dan Minggu (18–19 April 2026) di Taman Hutan Rakyat KGPAA Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar, menghasilkan lebih dari sekadar kebersamaan. Dalam forum yang berlangsung santai namun substantif, para pengurus menyepakati arah lanjutan organisasi, termasuk rencana pertemuan tahun berikutnya yang akan digelar di Pulau Bali.


Kegiatan yang diikuti oleh 31 peserta ini menghadirkan unsur lengkap organisasi, mulai dari jajaran pendiri hingga perangkat pelaksana. Hadir Direktur Dewan Pendiri Nasional (DPN) LBH RUPADI, Dr. (Hc). Joko Susanto, Sekretaris Dewan Pendiri Nasional (DPN) LBH RUPADI, Okky Andaniswari, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Sunardi.


Turut serta Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Tulus Wardoyo, yang dalam forum internal dipercaya untuk memimpin kepanitiaan agenda tahun mendatang. Ia akan didampingi oleh tim yang telah disepakati, yakni Okky Andaniswari, Muhammad Alfin Aufillah Zen (Ketua Umum Badan Paralegal Indonesia/BARA LBH RUPADI), Muh. Yudi Rizqi Imanuddin (Sekretaris Jenderal Kantor Hukum Rumah Pencari Keadilan/ORMahen LBH RUPADI), serta Lala Rizqi sebagai bagian dari tim pelaksana.


Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum Badan Negosiator Hukum (BAHU) LBH RUPADI, Sumanto S. Tirtowijoyo, Anggota Balai Mediasi Hukum (BADIKUM) LBH RUPADI, Eri Hardoko, serta Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LBH RUPADI Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Nastain. Kegiatan dipandu oleh Ketua Panitia Family Gathering dan Halal Bihalal LBH RUPADI Tahun 2026, Rahdyan Trijoko Pamungkas.



Berbeda dengan forum resmi, kesepakatan mengenai agenda tahun berikutnya justru lahir dari diskusi ringan di sela kegiatan. Dalam suasana kebersamaan, para peserta menilai pentingnya kesinambungan agenda untuk menjaga ritme organisasi.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Sunardi, menyampaikan bahwa keputusan memilih Bali sebagai lokasi berikutnya bukan semata soal tempat, melainkan strategi membangun antusiasme anggota.


 “Kita ingin ada kesinambungan. Kalau tahun ini kita bertemu dan merasakan manfaatnya, maka tahun depan harus lebih terencana dan lebih kuat dampaknya,” ujar Sunardi.


Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa agenda tahunan seperti ini mulai diposisikan sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas organisasi, bukan sekadar kegiatan tambahan.


Penunjukan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Tulus Wardoyo, sebagai ketua panitia untuk agenda berikutnya menjadi salah satu keputusan penting. Tulus menyatakan kesiapan dirinya bersama tim untuk merancang kegiatan yang lebih terstruktur.


“Ini bukan hanya soal acara, tapi bagaimana kita merawat organisasi secara berkelanjutan. Kami akan berupaya menyusun konsep yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdampak bagi penguatan internal,” kata Tulus Wardoyo.


Ia juga menegaskan bahwa tim yang telah dibentuk akan segera melakukan koordinasi awal, termasuk menyusun konsep kegiatan, skema partisipasi anggota, serta pendekatan yang lebih inklusif.


*Menjaga Nilai di Tengah Perubahan*


Direktur Dewan Pendiri Nasional (DPN) LBH RUPADI, Dr. (Hc). Joko Susanto, melihat keputusan ini sebagai langkah positif dalam menjaga kesinambungan nilai organisasi.


 “Yang terpenting bukan di mana kita berkumpul, tapi apakah semangat kebersamaan itu tetap hidup. Kalau itu terjaga, maka organisasi ini akan terus berjalan,” ungkap Joko Susanto.


Ia menilai bahwa agenda seperti ini harus terus dijaga, karena menjadi salah satu cara efektif untuk mempertemukan kembali anggota yang mulai tersebar dalam berbagai kesibukan.



Sepanjang dua hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari malam keakraban, permainan, diskusi dan sharing session, permainan seru hingga wisata kuliner dan halal bihalal. Namun yang paling menonjol adalah munculnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga koneksi antaranggota.


Keputusan untuk melanjutkan agenda di tahun berikutnya menjadi simbol bahwa kebersamaan yang terbangun tidak berhenti di Karanganyar.


Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya bergerak melalui program kerja formal, tetapi juga melalui ruang-ruang informal yang mampu memperkuat rasa memiliki.


"Dari hutan Karanganyar, kMi tidak hanya menutup kegiatan, tetapi juga membuka babak baru—menuju pertemuan berikutnya di Pulau Bali, dengan harapan yang lebih terarah dan komitmen yang semakin kuat,"kata Joko.

×