Siaran Kabar | Semarang – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang menyelenggarakan kegiatan Sinau Bareng (Sireng) sebagai tindak lanjut diseminasi pengetahuan dari keikutsertaan dalam World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang dilaksanakan di Bali pada 14–17 April 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula Bapas Kelas I Semarang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bapas, jajaran Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, Pejabat Pelaksana, peserta Magang Nasional Batch II, serta mahasiswa UIN Walisongo. Sireng menjadi wadah berbagi wawasan dan pengalaman dari forum internasional guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
Materi disampaikan oleh Puguh Setyawan Jhody, S.H., M.H., yang memaparkan berbagai perspektif global, pengalaman, serta praktik baik yang diperoleh selama mengikuti WCPP. Dalam sesi tersebut, disampaikan bahwa tren kebijakan sistem peradilan pidana dunia mulai mengarah pada penguatan alternatif pemidanaan berbasis pelayanan masyarakat sebagai upaya mengurangi overcrowding serta mendorong pendekatan rehabilitatif.
Lebih lanjut, narasumber juga menyoroti adanya dinamika antara pendekatan rehabilitasi pelaku dengan budaya penghukuman yang masih berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif, humanis, dan berbasis bukti untuk menjawab tantangan tersebut.
Dalam pemaparannya, disampaikan pula sejumlah poin penting, di antaranya praktik baik pelaksanaan alternatif pemidanaan di berbagai negara, peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam sistem community-based corrections, serta pentingnya penguatan jabatan fungsional Pembimbing Kemasyarakatan sebagai profesi yang memiliki standar kompetensi dan kontribusi signifikan dalam sistem peradilan pidana terpadu.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait perkembangan kebijakan dan praktik pemasyarakatan di tingkat internasional, sekaligus melihat relevansinya dalam konteks implementasi di Indonesia. Kegiatan berlangsung secara tertib, interaktif, dan menjadi sarana efektif dalam transfer pengetahuan guna meningkatkan kapasitas serta wawasan pegawai.
Bapas Kelas I Semarang berharap kegiatan Sireng dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media diseminasi pengetahuan, sehingga mampu memperkuat kelembagaan dan mendukung implementasi kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi serta reintegrasi sosial. (Yudi Imanuddin/Kaperwil Jateng)



