Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Pemulihan Banjir Barus Diklaim 90 Persen, Warga Pasar Batu Gerigis: Tak Ada Penanganan Hingga 36 Hari

12/31/2025 | 19:58 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T12:58:31Z



Tapteng // siarankabar.com – Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barus, Sanggam Panggabean, yang menyebutkan progres pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Barus telah mencapai 90 persen, menuai protes keras dari sejumlah warga Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Warga menilai klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, hingga memasuki hari ke 36 hari terjadinya bencana, di Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, belum ada sama sekali tindakan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Masih terdapat sisa material banjir berupa lumpur, pasir dan sampah yang menumpuk di permukiman warga. Selain itu, sejumlah fasilitas lingkungan seperti drainase dan akses jalan di beberapa titik, dinilai belum sepenuhnya dipulihkan.

“Kalau dibilang sudah 90 persen, kami heran. Faktanya, rumah warga masih kotor, saluran air belum normal dan lumpur masih ada di mana-mana,” ujar A. Hasibuan, salah seorang warga Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, penanganan pascabencana terkesan tidak merata. Beberapa lokasi disebut telah dibersihkan, namun wilayah Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis justru terabaikan. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan apakah wilayah kami bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah ?.

“Yang dibersihkan hanya di titik-titik tertentu. Kami di sini seolah tidak dianggap terdampak, padahal ada sejumlah rumah rusak berat dan terdampak secara ekonomi. Kalau memang sudah 90 persen, lalu kami ini masuk persentase yang mana?," kata A. Hasugian dengan nada kecewa.

Warga juga mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, terhadap korban terdampak bencana alam, terkait penyaluran bantuan.

A. Manalu, warga lainnya, seorang ibu rumah tangga mengatakan, didaerah kami terlihat hilir mudik bantuan datang dari berbagai pihak, namun hanya lintas saja.

Apa salahnya dimasa sulit seperti ini, bantuan tersebut disalurkan dengan cepat kepada warga yang terdampak. Faktanya hingga hari ini, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang, seolah kami bukan bagian dari warga Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Sampai saat ini, kami tidak pernah mendapat bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah. Malahan Kami dibantu oleh mantan Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani, Anggota DPRD Provinsi Rahmansyah Sibarani dan Ketua DPRD Tapteng Rivai Sibarani, " ungkapnya.

"Kami bersyukur dan berterimakasih atas bantuan tersebut, karena ditengah keterbatasan ternyata masih ada yang peduli," sambungnya dengan mata berkaca-kaca, mengakhiri.

Sebelumnya, Plt. Camat Barus, Sanggam Panggabean, menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana banjir di wilayahnya masih berjalan dan secara umum telah mencapai 90 persen.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi warga yang merasa realitas di lapangan bertolak belakang dengan klaim tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak Kecamatan Barus maupun instansi terkait, mengenai dasar penilaian progres 90 persen serta rencana lanjutan penanganan di wilayah yang masih terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan faktual, sekaligus memastikan pemulihan pascabencana dilakukan secara adil, transparan dan tuntas.


Penulis: S.Lahagu
Editor: Meijieli Gulo 
×