Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Ditengah Duka Dan Keterbatasan, BNKP Masundung Gelar Natal Dengan Penuh Damai dan Sukacita

12/25/2025 | 22:16 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-25T15:16:26Z



Tapteng | siarankabar.com – Di tengah duka dan keterbatasan akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Selasa (25/11/2025) lalu, semangat kebersamaan dan iman warga Desa Masundung, Kecamatan Lumut, tidak pernah padam. 

Hal itu tercermin dalam perayaan Natal Tahun 2025 yang tetap digelar dengan penuh sukacita, di Gereja BNKP Masundung Resort 48, Desa Masundung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (25/12/2025).

Perayaan Natal berlangsung khidmat yang dihadiri oleh jemaat gereja, tokoh masyarakat, serta Sekretaris Desa Masundung Junisman Zai. Meski masih dalam kondisi pascabencana, warga tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah Natal sebagai bentuk ungkapan syukur dan pengharapan.

Sekretaris Desa Masundung, Junisman Zai, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan jemaat yang tetap menjaga persatuan di tengah cobaan.

Ia menegaskan bahwa Natal menjadi momentum untuk saling menguatkan dan menumbuhkan semangat bangkit bersama.

“Bencana yang kita alami tidak boleh mematahkan semangat dan iman. Melalui perayaan Natal ini, kita dikuatkan untuk tetap bersatu, saling membantu dan berharap pada pemulihan Desa Masundung,” ujar Junisman.

Pada kesempatan itu, Junisman Zai juga mengingatkan warga agar tetap waspada dan berhati-hati, menghadapi cuaca ekstrim.

"Kami menghimbau Kepada seluruh warga jemaat dan masyarakat Desa Masundung lainnya, agar tetap waspada dan berhati-hati menghadapi cuaca ekstrim yang tidak menentu belakangan ini," Junisman Zai berpesan.

Usai menyampaikan sambutan, selanjutnya Junisman Zai menyerahkan uang sebesar Rp. 500.000Ribu (Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada Guru Sekolah Minggu (SM), sebagai ucapan syukur serta untuk menumbuhkan semangat bagi Anak-anak SM pascabencana.

Sementara itu, pihak gereja menilai perayaan Natal kali ini memiliki makna yang lebih mendalam dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Selain sebagai perayaan kelahiran Yesus Kristus, Natal juga menjadi ruang penghiburan bagi warga yang terdampak bencana, baik secara materiil maupun psikologis.

Sejumlah warga mengaku perayaan Natal ini memberikan ketenangan dan kekuatan batin setelah menghadapi masa sulit akibat banjir dan longsor.

"Kebersamaan dalam ibadah dinilai mampu menghapus sejenak rasa duka dan kekhawatiran, sekaligus menumbuhkan optimisme menghadapi hari-hari ke depan," ujar Warga Jemaat.

Terpantau, Perayaan Natal di Desa Masundung ditutup dengan doa bersama, untuk keselamatan warga, pemulihan infrastruktur yang rusak, serta harapan agar masyarakat diberi kekuatan dan kesehatan dalam menjalani kehidupan pascabencana.

Natal 2025 pun menjadi simbol keteguhan iman, solidaritas dan harapan baru bagi warga Desa Masundung, bahwa di tengah bencana sekalipun, semangat untuk bangkit dan berbagi kasih tetap hidup.



Penulis: Samo Lahagu
Editor: Meiji Gulo 
×