Denpasar (Bali), Siarankabar – Dugaan penipuan investasi properti yang melibatkan influencer asal Rusia, Sergei Domogatsky alias Mr. Terimakasih, memasuki babak baru. Pria 40 tahun yang sempat viral lewat konten-konten kehidupannya di Bali itu dikabarkan kabur ke Malaysia setelah mengetahui bahwa 30 laporan dari 29 WNA dari berbagai belahan dunia menuduhnya telah menipu dan gelapkan uang mencapai Rp 80 miliar berkedok investasi bodong.
Informasi yang diperoleh dari sumber di lingkungan kepolisian menyebutkan, sejauh ini sudah 29 WNA dari berbagai negara melayangkan 30 laporan terhadap Sergei. Mereka mengaku dirugikan bukan sedikit karena iming-iming investasi properti yang ternyata tidak pernah terealisasi. “Betul, kami sudah kirimkan surat panggilan klarifikasi, namun yang bersangkutan mangkir tanpa alasan jelas,” ungkap sumber petugas, Senin (24/11/2025).
Penyidik sebelumnya telah keluarkan surat (terbit) dan mengirimkan panggilan klarifikasi, Senin, 17 November 2025, agar Sergei hadir di Polda Bali pada Jumat, 21 November 2025. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, influencer tersebut tak menunjukkan itikad baik untuk datang. Belakangan terungkap, Sergei ternyata sudah meninggalkan Bali jauh sebelum panggilan itu dilayangkan.
Ia tercatat terbang dari Bandara Soekarno–Hatta menuju Malaysia pada 30 Oktober 2025 sekitar pukul 17.30 WITA. Upaya polisi menghubungi yang bersangkutan melalui telepon dan pesan WhatsApp tetap dilakukan. Hasilnya, Sergei mengaku dengan jujur bahwa dirinya masih berhalangan dan berjanji akan kembali ke Bali setelah menyelesaikan urusannya di Malaysia.
Karena itu, polisi masih menunggu niat baik Sergei untuk memenuhi panggilan. Namun, dengan banyaknya laporan dan statusnya yang sudah berada di luar negeri, penyidik disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan jika Mr. Terima Kasih kembali mangkir. "Kami akan kirimkan surat lagi kepadanya," pungkas sumber.
Senada disampaikan Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., bahwa proses penanganan kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih tetap berjalan sesuai prosedur. Polda Bali memastikan seluruh laporan dari para korban WNA diproses secara profesional. Ia menegaskan bahwa mangkirnya Sergei dari panggilan pertama tidak menghentikan langkah penyidik.
Jika Sergei kembali mengabaikan panggilan berikutnya, opsi penerbitan langkah hukum lanjutan. “Ya, tidak hadir. Kini kami tunggu itikad baiknya untuk memenuhi panggilan,” ujar Kombes Pol Ranefli singkat. Seperti catatan Radar Bali, sebelum terseret kasus investasi, Domogatsky sempat menjadi sorotan publik pada Maret 2023. Saat itu, warganet alias netizen, dibuat heboh dengan beredarnya video mobil Lamborghini yang melintas di jalanan Denpasar menggunakan pelat nomor palsu bertuliskan “DOMOGATSKY”.
Video sebuah Lamborghini Aventador berwarna putih melintas di jalanan Bali viral di media sosial pada Kamis (2/3/2023). Dalam rekaman tersebut, pengemudi terlihat bersikap arogan dan diduga merupakan warga negara asing. Kejadian ini memicu perhatian publik, terlebih di tengah maraknya penggunaan pelat nomor palsu oleh sejumlah WNA di Bali.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, polisi melakukan pencarian terhadap kendaraan mewah itu. Hasil penelusuran mengarah pada sebuah bengkel yang berlokasi di Denpasar. Mobil tersebut akhirnya ditemukan di sebuah body repair di kawasan Jalan Trengguli, Selasa (7/3/2023).
Informasi awal menunjukkan bahwa sekitar satu pekan sebelumnya mobil tersebut pernah diangkut menggunakan towing dari wilayah Canggu menuju bengkel tersebut. Ketika dicek, terungkap bahwa pelat “DOMOGATSKY” yang terpasang bukanlah pelat resmi. Nomor kendaraan asli dalam dokumen tercatat sebagai D 1 FEB, dengan pemilik atas nama sebuah perusahaan yang beralamat di Bandung, Jawa Barat.
Kendaraan kemudian diamankan dan disita oleh kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemilik perusahaan dijadwalkan dipanggil untuk memberikan klarifikasi pada Rabu (15/3/2023).
Dalam pemeriksaan lanjutan, Lamborghini tersebut diketahui dikendarai oleh seorang WN Rusia bernama Sergei Domogotsky.
Ia mengaku menyewa mobil itu dari sesama WN Rusia sebelum menggunakannya di Bali. Mobil tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi untuk proses penilangan sesuai aturan.
Dari hasil penyelidikan, terdapat dugaan bahwa pelat palsu itu sengaja digunakan untuk menunjukkan sikap arogansi saat berkendara.
Pemeriksaan juga mengungkap adanya tunggakan pajak kendaraan yang mencapai Rp 103 juta. Saat proses klarifikasi berjalan, Sergei diduga meninggalkan Bali dan terbang ke Dubai. Ia tidak memenuhi panggilan polisi dan diduga sengaja menghindari pemeriksaan hingga kini. (Red)
SC: Netty H
Editor: Bung Meiji


