Siaran Kabar | KENDAL - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Lapas Pemuda Plantungan melaksanakan penanaman bawang merah dan bawang putih dengan memanfaatkan lahan produktif yang tersedia di lingkungan lapas.
Kegiatan penanaman tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Pemuda Plantungan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Tanaman bawang merah dan bawang putih dipilih karena memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan sebagai salah satu komoditas pertanian yang produktif dengan pendampingan kelompok tani bapak cipto.
Lapas Pemuda Plantungan sendiri berada di wilayah dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman melibatkan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kemandirian. Warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai tahapan budidaya tanaman, mulai dari persiapan dan pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman secara rutin.
Kegiatan pertanian tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan. Dengan keterlibatan secara langsung, warga binaan dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta kerja sama dalam mengelola kegiatan pertanian.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif merupakan bagian dari komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.
“Penanaman bawang merah dan bawang putih ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus upaya kami untuk mendukung ketahanan pangan. Kami ingin lahan yang tersedia di lingkungan lapas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat,” ujar Suharno.
Menurutnya, kondisi geografis Plantungan yang berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl menjadi potensi tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian. Oleh karena itu, berbagai jenis tanaman yang dinilai sesuai dengan kondisi lingkungan akan terus dikembangkan secara bertahap.
“Kami berharap tanaman bawang merah dan bawang putih ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. Selain hasil pertaniannya, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat memberikan keterampilan kepada warga binaan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Suharno juga menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian akan terus diarahkan agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Pengelolaan lahan secara produktif diharapkan mampu menciptakan kegiatan pembinaan yang positif sekaligus meningkatkan kemampuan warga binaan dalam bidang pertanian.
Melalui penanaman bawang merah dan bawang putih ini, Lapas Pemuda Plantungan terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah nyata dalam memberdayakan warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui optimalisasi potensi lahan yang dimiliki. (Yudi Imanuddin/Jateng)


