Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Dari Padang Cermin untuk Nusantara : Sri Candi Maha Yaagam Homan Hadir Perdana Membawa Tradisi Suci India ke Indonesia

Jumat, Juli 17, 2026 | 09:50 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T02:50:33Z

Oleh: Dr. Matha Riswan, M.Psi

Siaran Kabar | Langkat - Di sudut Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya di kawasan yang tenang di Padang Cermin, akan lahir sebuah catatan sejarah baru bagi perjalanan umat Hindu Indonesia. Pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, untuk pertama kalinya di Indonesia akan diselenggarakan Sri Candi Maha Yaagam Homam, sebuah ritual suci berskala agung yang selama ini lebih dikenal dan berkembang di kuil-kuil besar India.


Momentum bersejarah ini tidak dapat dilepaskan dari jasa dan pengabdian Keluarga Besar Alm. Bapak R.K. Sanggarlinggam sebagai pendiri Shri Raja Rajeshwari Amman Temple, yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi tumbuh dan berkembangnya kehidupan spiritual umat Hindu Tamil di Sumatera Utara. Berkat visi, ketulusan, dan pengorbanan beliau, kuil ini berkembang menjadi salah satu pusat peribadatan yang memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi Hindu di Indonesia. Kini, cita-cita luhur tersebut diteruskan oleh putra sulung beliau, Dr. S. Siwaji Raja, S.T., M.Sos., yang menaungi serta memimpin penyelenggaraan Sri Candi Maha Yaagam Homam. Di bawah kepemimpinannya, ritual agung ini menjadi tonggak sejarah yang mempertemukan warisan spiritual India dengan semangat kebangkitan Hindu di bumi Nusantara.


Peristiwa ini bukan sekadar pelaksanaan sebuah upacara keagamaan. Lebih dari itu, ia merupakan hadirnya warisan spiritual yang telah dijaga selama ribuan tahun, kini dipersembahkan bagi umat Hindu di Nusantara.


Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung pada Aadi Masam, bulan yang sangat dimuliakan dalam tradisi Hindu Tamil. Bagi jutaan umat Hindu di India maupun diaspora Tamil di berbagai belahan dunia, Aadi Masam diyakini sebagai masa ketika energi Shakti, kekuatan ilahi Sang Ibu Semesta, memancar dengan sangat kuat. Karena itulah, berbagai persembahyangan kepada Dewi dilaksanakan dengan penuh bhakti sepanjang bulan suci ini.

Kini, gema spiritual itu tidak hanya terdengar di India. Ia akan bergema dari bumi Sumatera Utara.


Dalam bahasa Sanskerta, Yaagam berarti persembahan suci yang dilakukan melalui api suci (Agni) sebagai media penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara Homam merupakan inti dari persembahan tersebut, ketika berbagai bahan suci dipersembahkan ke dalam api sembari dilantunkan mantra-mantra Weda.


Adapun Sri Candi Maha Yaagam Homam dipersembahkan kepada Sri Chandi, manifestasi agung dari Adi Parashakti yang dikenal sebagai kekuatan ilahi penghancur adharma, pelindung kehidupan, serta pemberi keberanian, kesehatan, kesejahteraan, dan kemenangan bagi umat yang berserah diri dengan tulus.


Dalam filosofi Hindu, api bukan hanya simbol panas dan cahaya. Api adalah lambang penyucian. Segala persembahan yang dimasukkan ke dalam kobaran suci melambangkan pelepasan sifat-sifat buruk manusia amarah, keserakahan, keangkuhan, dan ketakutan agar lahir kembali jiwa yang lebih bersih, damai, dan penuh kasih.

Karena itu, mengikuti Homam bukan sekadar hadir menyaksikan ritual, melainkan turut menyelaraskan diri dengan getaran spiritual yang telah diwariskan para Rsi sejak zaman Weda.


Keistimewaan Sri Candi Maha Yaagam Homam tahun ini tidak hanya terletak pada statusnya sebagai yang pertama di Indonesia, Namun Rangkaian ritual akan dipimpin langsung oleh para Gurukkal dari India, yaitu para pendeta yang memiliki kompetensi dan garis tradisi dalam pelaksanaan ritual-ritual Agama Hindu di kuil. Bersama mereka hadir pula kelompok pemusik tradisional India yang akan memainkan Nadaswaram dan Thavil, dua instrumen sakral yang selama berabad-abad menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara-upacara besar di kuil-kuil Hindu.


Lantunan mantra-mantra Weda yang berpadu dengan suara Nadaswaram dipercaya menghadirkan suasana religius yang khusyuk dan menggugah batin. Inilah pengalaman spiritual yang selama ini hanya dapat disaksikan secara utuh di berbagai kuil besar di India.


Pelaksanaan ritual ini berlangsung di Shri Raja Rajeshwari Amman Temple, Padang Cermin, Kabupaten Langkat. Rumah ibadah ini telah lama dikenal sebagai salah satu pusat spiritual umat Hindu Tamil di Sumatera Utara. Kawasan ini juga menjadi perhatian banyak umat karena berdirinya arca Dewa Murugan yang megah, menjadi salah satu ikon penting Hindu di Indonesia. Kehadirannya bukan hanya memperkaya lanskap keagamaan di Sumatera Utara, tetapi juga mempertegas posisi daerah ini sebagai salah satu pusat perkembangan Hindu Tamil di Nusantara.


Dengan hadirnya Sri Candi Maha Yaagam Homam, Padang Cermin kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi sejarah bertemunya tradisi spiritual India dengan keberagaman budaya Indonesia.


Di tengah kehidupan modern yang bergerak begitu cepat, manusia sering kali kehilangan ruang untuk kembali menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sri Candi Maha Yaagam Homam mengajak setiap umat untuk berhenti sejenak, merasakan keheningan doa, serta mempersembahkan harapan-harapan terbaik bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia.


Persembahyangan ini terbuka bagi seluruh umat sedharma yang ingin berpartisipasi dalam ritual suci tersebut. Kehadiran setiap umat bukan hanya menjadi bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta segala manifestasi-Nya, tetapi juga menjadi dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi luhur Hindu yang kini mulai berkembang di Indonesia.


Tidak setiap generasi memiliki kesempatan menyaksikan lahirnya sebuah sejarah baru.

Karena itu, ketika api suci dinyalakan di Shri Raja Rajeshwari Amman Temple pada penghujung Juli mendatang, sesungguhnya yang menyala bukan hanya kobaran persembahan. Yang menyala adalah semangat persatuan, keyakinan, dan harapan bahwa Dharma akan terus hidup dan berkembang di bumi Nusantara.


Mari hadir bersama keluarga, mengambil bagian dalam momentum bersejarah ini, dan menjadi saksi lahirnya pelaksanaan Sri Candi Maha Yaagam Homam untuk pertama kalinya di Indonesia sebuah persembahan suci yang menghubungkan Indonesia dengan denyut spiritual India melalui cahaya api, lantunan mantra Weda, dan ketulusan bhakti umat.

×