Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Label

Tokoh Millenial Sumatera Utara Angkat Bicara: Di Usia Kota Medan ke-436, Keamanan dan Ketertiban Masih Jadi PR Bersama

Selasa, Juni 30, 2026 | 15:57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-30T08:57:48Z

Siaran Kabar | Medan – Momentum peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap berbagai capaian dan tantangan yang masih dihadapi ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. Di tengah berbagai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang terus berjalan, persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai masih menjadi perhatian bersama.


Tokoh Millenial Sumatera Utara, Rabil Zuyura Hanif, menyampaikan pandangannya terkait kondisi Kota Medan saat ini. Menurutnya, di usia yang sudah mencapai 436 tahun, Kota Medan diharapkan dapat semakin berkembang bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi rasa aman dan kenyamanan masyarakat.


Ia menilai masih adanya laporan dan keluhan masyarakat terkait aksi premanisme, kejahatan jalanan, hingga praktik parkir liar di sejumlah titik menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.


“Usia Kota Medan yang sudah mencapai 436 tahun harus menjadi momentum evaluasi bersama. Kita tentu mengapresiasi berbagai pembangunan yang sudah berjalan, tetapi di sisi lain masyarakat juga berharap keamanan dan ketertiban semakin baik. Masih adanya premanisme, kejahatan jalanan, dan parkir liar menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” ujar Rabil Zuyura Hanif.


Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum.


Rabil juga berharap di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan saat ini, berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat diperkuat, khususnya pada sektor keamanan lingkungan, penataan kawasan publik, dan pelayanan kepada warga.


“Kita berharap pemerintahan Rico Waas dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi Kota Medan. Masyarakat tentu ingin melihat kota ini tumbuh menjadi kota yang maju, tertib, dan aman untuk semua kalangan,” lanjutnya.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun Kota Medan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari seluruh unsur masyarakat agar tercipta lingkungan yang kondusif.


Selain itu, Rabil juga mendorong adanya peningkatan pengawasan di titik-titik rawan, penataan sistem parkir yang lebih tertib, serta penguatan edukasi dan pemberdayaan generasi muda agar terlibat dalam kegiatan positif yang berdampak bagi lingkungan sekitar.


“Kota Medan adalah rumah bersama. Kalau ingin Medan lebih aman dan lebih maju, maka semua pihak harus berkolaborasi. Kita harus meninggalkan budaya yang merugikan masyarakat dan mulai membangun budaya tertib, saling menjaga, dan saling peduli,” tuturnya.


Menutup pernyataannya, Rabil mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Kota Medan yang lebih aman, nyaman, dan membanggakan.


Dirgahayu Kota Medan ke-436. Bersama, kita wujudkan Medan yang lebih aman dan lebih baik untuk masa depan.

×