Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Saat Seorang Anak Terbaring Sakit, Gerakan Rakyat dan Bang YD Hadir Membawa Harapan

4/02/2026 | 02:58 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-01T19:58:43Z

Gunungsitoli | Siarankabar - Di tengah ujian yang sedang dihadapi sebuah keluarga, kepedulian nyata kembali ditunjukkan oleh DPD Ormas Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli. Bersama Dewan Pakar dan jajaran pengurus, mereka menjenguk Deni Pratama, seorang anak yang sedang menjalani perawatan di RSU Bethesda Gunungsitoli, Rabu (1/4/2026).


Deni Pratama merupakan putra dari Ibu Asnita Zebua, yang saat ini tengah mendampingi anaknya melewati masa sakit dengan penuh kesabaran dan harapan.


Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan wujud nyata dari rasa kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial yang terus ditanamkan oleh Bang Yusman Dawolo (Bang YD) kepada seluruh keluarga besar Gerakan Rakyat.


Di saat banyak orang hanya berbicara tentang rakyat, Gerakan Rakyat memilih untuk datang, melihat, dan hadir langsung di tengah kesulitan masyarakat.


Bang YD: Gerakan Rakyat Harus Hadir Saat Rakyat Sedang Membutuhkan

Bang Yusman Dawolo menegaskan bahwa kehadiran Gerakan Rakyat tidak boleh hanya terasa saat momentum tertentu, tetapi justru harus paling nyata saat rakyat sedang menghadapi persoalan hidup.


“Kita harus punya kepekaan sosial terhadap rakyat, harus peduli. Ada yang sakit, kita bantu untuk berobat. Ada yang lapar, kita bantu beras. Ada siswa yang kurang mampu, kita bantu beasiswa. Karena Gerakan Rakyat hadir untuk rakyat,” tegas Bang YD.


Pernyataan itu bukan sekadar slogan. Apa yang dilakukan oleh DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli hari ini menjadi bukti bahwa nilai kepedulian itu benar-benar dijalankan dalam tindakan nyata.


Datang Membawa Doa, Kepedulian, dan Tali Kasih


Dalam kunjungan tersebut, turut hadir jajaran DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli bersama Dewan Pakar, di antaranya Ir. Armin Telaumbanua, Ketua Andi M. Telaumbanua, Sekretaris Famos Harefa, Bendahara Yustina Halawa, Faozanolo Zebua, serta pengurus lainnya.

Mereka datang tidak hanya untuk melihat kondisi Deni Pratama, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril, doa, dan tali kasih sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.


Di tengah suasana haru itu, Yustina Halawa menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk perhatian tulus dari keluarga besar Gerakan Rakyat dan Bang YD kepada keluarga pasien.


“Ini adalah tanda kepedulian kami dan Bang YD untuk turut prihatin, sekaligus merasakan apa yang sedang dirasakan oleh keluarga Kakak Asnita Zebua. Harapan kami, semoga anak kita Deni Pratama cepat sembuh, sehat kembali, dan selalu dalam lindungan Allah,” ujarnya.


Tangis dan Haru Seorang Ibu

Bagi seorang ibu, melihat anak terbaring sakit adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup. Di tengah kondisi itu, kehadiran orang-orang yang peduli sering kali menjadi penguat hati yang tidak ternilai.


Ibu Asnita Zebua, orang tua dari Deni Pratama, mengaku sangat terharu dan bersyukur atas kunjungan serta perhatian yang diberikan oleh Bang YD dan jajaran Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli.


Dengan penuh rasa haru, ia menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.

“Terima kasih atas kunjungannya kepada anak saya, Deni Pratama. Terima kasih kepada Bang Yusman Dawolo dan kepada rekan-rekan semua yang telah meringankan langkah untuk menjenguk anak saya. Tiada yang dapat saya ucapkan selain terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah mendengarkan doa-doa kita. Amin,” ungkapnya.


Ucapan sederhana itu menggambarkan satu hal yang sering kali terlupakan:

kepedulian yang tulus bisa menjadi kekuatan besar bagi mereka yang sedang berjuang.


Kepedulian yang Menjadi Perbincangan

Kehadiran DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli di RSU Bethesda pun menarik perhatian banyak orang. Para pasien, keluarga pasien, tenaga medis, hingga masyarakat yang berada di sekitar rumah sakit tampak memperhatikan dan menaruh simpati atas aksi sosial tersebut.

Suasana kunjungan itu bahkan menjadi perbincangan hangat, karena tidak sedikit yang tersentuh melihat bagaimana sebuah gerakan masyarakat benar-benar menunjukkan empati kepada rakyat kecil.


Bagi banyak orang, apa yang dilakukan hari itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi sakit dan kecemasan, kedatangan orang-orang yang peduli adalah cahaya kecil yang memberi kekuatan untuk bertahan.


Gerakan Rakyat Hadir Bukan Sekadar Nama, Tapi Nyata di Tengah Rakyat

Aksi sosial ini kembali menegaskan bahwa Gerakan Rakyat bukan hanya sekadar organisasi, melainkan juga rumah kepedulian bagi masyarakat.

Di saat ada rakyat yang lemah, mereka hadir.

Di saat ada keluarga yang cemas, mereka datang.

Di saat ada air mata, mereka mencoba menguatkan.

Dan di situlah makna sebuah gerakan benar-benar terasa.


Gerakan Rakyat hadir bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan. Yarmend

×