Tapteng | siarankabar.com - Para pengemudi becak bermotor (betor) yang tergabung dalam organisasi PBMS di wilayah Pondok Batu, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyuarakan harapan besar kepada pemerintah, tokoh masyarakat, hingga partai politik agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi mereka yang kian terpuruk.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PBMS, Ayu Hutabarat, didampingi Bendahara Adi Sihotang, yang menegaskan bahwa kondisi para tukang betor saat ini semakin sulit akibat menurunnya pendapatan harian.
Pada Kamis, 9 April 2026, keduanya menyampaikan bahwa penghasilan para pengemudi betor tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan cenderung terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut mereka, dalam satu hari, penghasilan yang diperoleh sering kali tidak menentu dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan yang harus tetap dipenuhi demi tetap bisa bekerja.
Selain itu, jumlah penumpang yang semakin berkurang juga menjadi faktor utama turunnya pendapatan para tukang betor di wilayah tersebut.
Para pengemudi juga mengungkapkan bahwa persaingan dengan transportasi lain membuat keberadaan betor semakin terdesak.
Mereka juga menyoroti hilangnya bantuan yang sebelumnya pernah diberikan pemerintah daerah pada masa kepemimpinan Bakhtiar Sibarani.
Pada masa itu, para tukang betor mengaku masih merasakan adanya perhatian melalui program bantuan yang dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi mereka.
“Dulu kami masih merasa diperhatikan. Bantuan itu sangat berarti bagi kami sebagai tukang betor,” ujar Ayu Hutabarat.
Namun setelah terjadi pergantian kepemimpinan daerah, bantuan tersebut tidak lagi tersedia sehingga berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para pengemudi.
Hal ini membuat banyak anggota PBMS kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti kebutuhan pangan, pendidikan anak, hingga biaya kesehatan.
Senada dengan itu, Adi Sihotang menambahkan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya solusi nyata dari pemerintah.
Organisasi PBMS berharap adanya kebijakan konkret dari pemerintah daerah yang berpihak kepada para pekerja sektor informal seperti tukang betor.
Mereka juga menyampaikan harapan kepada Rahmansyah Sibarani, yang dinilai selama ini aktif dan dominan membantu masyarakat kecil sebagaimana yang banyak beredar di media sosial. Para pengemudi betor berharap adanya perhatian dan bantuan nyata demi kelangsungan hidup mereka sebagai masyarakat kecil dan anggota organisasi betor.
(S.Lahagu)


