Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan

iklan

Indeks

Mengolah Harapan di Lahan Sempit, Warga Binaan Plantungan Kembangkan Talas Kimpul

4/18/2026 | 10:37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T03:37:24Z

Siaran Kabar | KENDAL — Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi Lapas Pemuda Plantungan untuk menghadirkan program pembinaan yang produktif. Melalui budidaya talas kimpul, lapas ini mengajak warga binaan untuk belajar mandiri sekaligus membangun keterampilan yang bernilai ekonomi.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan warga binaan secara langsung di setiap tahapan pertanian. Mulai dari pengolahan tanah hingga perawatan tanaman, seluruh proses dijalani sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab.


Program budidaya tersebut mendapat dukungan dari Komunitas Lereng Prau yang memberikan pendampingan teknis. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan hasil pertanian dapat optimal dan berkelanjutan. Para warga binaan pun memperoleh pengetahuan baru terkait teknik budidaya yang tepat.


Anggota DPRD Kendal Komisi B, Sukron, turut memberikan perhatian terhadap program ini. Ia mengapresiasi langkah Lapas Pemuda Plantungan dalam memanfaatkan lahan yang ada menjadi lebih produktif. Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu memberikan nilai tambah bagi warga binaan, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa pidana berakhir.


Talas kimpul dipilih sebagai komoditas karena memiliki potensi ekonomi sekaligus manfaat kesehatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, sehingga membuka peluang usaha bagi warga binaan di masa depan.


Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa pembinaan berbasis keterampilan menjadi fokus utama pihaknya. Ia menekankan pentingnya memberikan bekal nyata kepada warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik.


“Program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).


Melalui program ini, Lapas Pemuda Plantungan menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa hukuman, tetapi juga pada masa depan. Dari lahan yang terbatas, tumbuh optimisme bahwa warga binaan dapat bangkit dan berdaya secara ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat. (Yudi Imanuddin/Kaperwil Jateng)

×