Siaran kabar | Labuhanbatu – Kasus pembakaran yang menewaskan seorang pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas), James Purba, hingga kini masih belum menunjukkan titik terang. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Labuhan Bilik, dan telah berlalu sekitar lima bulan tanpa kejelasan hukum yang pasti.
Pihak keluarga korban mengaku kecewa atas lambannya proses penanganan kasus yang merenggut nyawa orang yang mereka cintai. Mereka berharap Kapolda Sumatera Utara dapat turun langsung untuk mengusut tuntas dan mengungkap siapa dalang di balik aksi pembakaran tersebut.
“Kami hanya ingin keadilan untuk almarhum. Sudah berbulan-bulan, tapi belum ada kepastian siapa pelaku utama maupun aktor intelektualnya,” ungkap perwakilan keluarga korban.
Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai tindakan kriminal serius yang menyebabkan korban jiwa dari kalangan sipil. Namun, hingga saat ini perkembangan penyelidikan dinilai belum memberikan hasil yang signifikan.
Sejumlah elemen masyarakat turut mendesak aparat penegak hukum agar bekerja lebih maksimal dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut. Mereka menilai, kasus yang telah menelan korban jiwa seharusnya menjadi prioritas utama untuk segera dituntaskan.
Pengamat hukum juga menegaskan pentingnya penanganan cepat dan profesional dalam kasus ini. Menurutnya, keterbukaan informasi kepada publik sangat dibutuhkan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian terkait perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus pembakaran yang menewaskan James Purba tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Utara, segera memberikan kepastian hukum serta mengungkap dalang di balik peristiwa tragis ini demi tegaknya keadilan. (Tim)


