Tapteng // siarankabar.com - Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 dimanfaatkan insan pers di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, untuk meneguhkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial.
Melalui organisasi wartawan Sibolga–Tapanuli Tengah, bantuan sosial kemanusiaan disalurkan kepada sejumlah wartawan yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh mantan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO), Damai Mendeofa, kepada para wartawan penerima bantuan, yang berlangsung di Posko Ikatan Jurnalis Ono Niha (IJON), di jalan Oswald Siahaan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (9/2/2026), usai pelaksanaan pembagian masker kepada para pengendara dan pejalan kaki.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sesama insan pers terhadap rekan seprofesi yang tengah menghadapi musibah. Di tengah peran wartawan sebagai penyampai informasi kepada publik, solidaritas internal dinilai penting untuk terus dijaga, terutama saat bencana alam melanda.
Damai Mendeofa menyampaikan bahwa peringatan HPN bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi wartawan untuk terus mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
"Wartawan tidak hanya hadir saat meliput bencana, tetapi juga harus mampu hadir memberi dukungan nyata bagi sesama," ujarnya.
Melalui penyaluran bantuan ini, organisasi wartawan Sibolga–Tapteng berharap dapat sedikit meringankan beban para wartawan terdampak, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kekompakan di antara insan pers di daerah.
"Bantuan sosial ini, jangan dilihat dari nilai atau jumlah. Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah," harapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Ono Niha (IJON) Jasman Julius Mendrofa, mewakili sejumlah wartawan korban bencana, mengapresiasi serta menyampaikan ucapan terima kasih atas segala perhatian dan bantuan yang telah diberikan, oleh rejan-rekan jurnalis, begitu juga kepada donatur lainnya.
"Bantuan ini, sangat berarti bagi kami yang saat ini sedang berjuang pulih dari keterpurukan pascabencana kemarin. Ini menunjjukkan bahwa kami tidak sendiri menghadapi bencana ini," ungkapnya, dengan rasa bangga.
Peringatan HPN 2026 di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah pun menjadi pengingat, bahwa pers tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan empati terhadap sesama.
✍️Penulis: S Lahagu
đź’»Editor: Meiji Gulo



