Aceh // Siarankabar - Polda Aceh memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) seorang personel Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, setelah terbukti melakukan desersi dan diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, Bripda Muhammad Rio meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan sejak Desember 2025 dan diketahui berada di luar negeri.
“Yang bersangkutan merupakan personel Satbrimob Polda Aceh yang melakukan desersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan,” kata Joko, Sabtu, 17 Januari 2026.
Informasi keterlibatan Bripda Muhammad Rio dengan tentara Rusia terungkap setelah yang bersangkutan mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin pada 7 Januari 2026.
Pesan tersebut, kata Joko, berisi foto dan video yang memperlihatkan Bripda Muhammad Rio telah bergabung dengan salah satu divisi tentara bayaran Rusia, termasuk proses pendaftaran serta informasi gaji dalam mata uang rubel.
Sebelum pesan tersebut diterima, Siprovos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan upaya pencarian ke rumah orang tua dan rumah pribadi yang bersangkutan. Dua kali surat panggilan juga telah dilayangkan, namun tidak mendapat respons.
“Upaya pencarian dan pemanggilan telah dilakukan dan dilaporkan ke Bidpropam. Selanjutnya diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.
Polda Aceh juga mengantongi sejumlah barang bukti pendukung berupa foto dan video, data paspor, serta data manifes penumpang pesawat. Berdasarkan data tersebut, Bripda Muhammad Rio tercatat melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Shanghai pada 18 Desember 2025, lalu melanjutkan penerbangan ke Haikou pada 19 Desember 2025.
Selain kasus desersi, Bripda Muhammad Rio diketahui memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri. Ia pernah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Mei 2025 terkait kasus perselingkuhan hingga menikah siri, dengan sanksi mutasi demosi selama dua tahun. (Red)
💻Editor: Meijieli Gulo


