Binjai, SiaranKabar.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara resmi menutup spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan adanya pertandingan ulang (rematch) antara Timnas Indonesia melawan juara dunia, Argentina, pada agenda FIFA Matchday tahun ini. Langkah ini diambil karena federasi sepak bola Indonesia ingin mengalihkan fokus dan mencari variasi lawan baru guna memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi Skuad Garuda.
Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI sama sekali tidak memasukkan tim tango ke dalam daftar rencana lawan Indonesia untuk tahun 2026. Menurutnya, mengulang pertandingan melawan musuh yang sama dalam waktu dekat dinilai kurang efektif bagi perkembangan taktis tim.
Sambil berseloroh, Erick menyebut publik sepak bola tanah air dan para pemain pun bisa merasa bosan jika format pertandingan besar yang dihadirkan tidak berganti.
Sebagai gantinya, PSSI kini tengah menjajaki komunikasi dengan federasi sepak bola dari negara-negara kuat lainnya di luar Amerika Selatan. Erick Thohir mengungkapkan komitmennya untuk mengundang raksasa sepak bola dari benua lain, seperti kawasan Eropa atau Asia Timur.
Strategi ini sengaja dirancang agar Timnas Indonesia bisa mencicipi atmosfer gaya permainan yang berbeda dan terus menaikkan standar kualitas bermainnya di level internasional.
Penegasan ini sekaligus menjawab kerinduan suporter yang sempat berharap Lionel Messi dan kawan-kawan kembali menginjakkan kaki di tanah air.
Pertemuan bersejarah antara kedua tim sebelumnya sukses digelar pada 19 Juni 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, Indonesia tampil solid meski akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor akhir 0-2.
Untuk saat ini, Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih John Herdman memilih fokus pada agenda resmi yang sudah terjadwal sepanjang tahun 2026, termasuk persiapan menjelang turnamen regional ASEAN Cup (Piala AFF).
PSSI berharap, dengan pengelolaan jadwal FIFA Matchday yang matang dan pemilihan lawan kuat yang bervariasi di masa depan, target Skuad Garuda untuk menembus peringkat 100 besar dunia dapat segera terealisasi. (Redaksi)

