Langkah Indonesia ke babak final sebelumnya harus terhenti secara dramatis setelah takluk 0-1 dari Australia di laga semifinal. Gol tunggal lawan yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan menjadi pukulan telak bagi Putu Panji dan kawan-kawan yang telah berjuang sengit sepanjang laga. Sementara itu, Kamboja U-19 juga mengusung misi bangkit setelah langkah mereka dihentikan oleh Thailand dengan kekalahan telak 0-4. Pertemuan ini diprediksi akan berjalan ketat karena kedua tim sama-sama terluka dan mengincar kemenangan penutup di turnamen ini.
Menghadapi laga ini, pelatih Nova Arianto mengisyaratkan akan melakukan rotasi besar-besaran dalam komposisi pemainnya. Strategi ini diambil untuk memberikan jam terbang serta mengevaluasi seluruh pilar skuad Garuda Muda sebelum mereka mengalihkan fokus ke ajang yang lebih besar, yakni Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada akhir Agustus mendatang. Kendati akan ada penyegaran di dalam formasi, skema permainan disiplin dan agresif tetap menjadi senjata utama Indonesia untuk membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, Kamboja U-19 bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk Angkor Warriors ini sempat membuat kejutan besar di fase grup dengan menahan imbang Australia 2-2, sebuah bukti bahwa lini serang mereka yang dimotori oleh pemain cepat memiliki potensi bahaya tinggi. Dengan tensi yang diprediksi tetap tinggi sejak menit awal, laga sore nanti akan menjadi panggung pembuktian bagi determinasi dan mentalitas juang Timnas Indonesia U-19 untuk menyegel predikat sebagai juara ketiga. (Mohd Hafizhan)

