Siaran Kabar | SURAKARTA — Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (BADKO LPQ) Kota Surakarta resmi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX Kota Surakarta Tahun 2026 di MAN 2 Surakarta, Kamis (14/5/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan penuh nuansa religius dengan diikuti ratusan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dari berbagai wilayah di Kota Solo.
Pembukaan FASI IX dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta lembaga mitra, di antaranya perwakilan Pemerintah Kota Surakarta, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, MUI, Baznas, Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, pimpinan organisasi perangkat daerah, ustadz dan ustadzah TPQ, dewan hakim, panitia, hingga wali santri.
Ketua BADKO LPQ Kota Surakarta, Daliman, S.PdI., M.Pd., menegaskan bahwa FASI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
“FASI adalah bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an dan mencetak generasi terbaik bangsa. Kita ingin anak-anak TPQ Kota Surakarta tumbuh menjadi generasi Islami yang siap membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional,” ujar Daliman dalam sambutannya.
Suasana pembukaan semakin hangat ketika Daliman membuka sambutannya dengan pantun bernuansa Islami yang disambut antusias peserta dan tamu undangan.
Pergi mengaji membawa pena, Singgah sebentar membeli kurma. Mari sukseskan FASI bersama. Mewujudkan generasi Qur’ani kebanggaan kita.
Dalam kesempatan itu, Daliman juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian membanggakan Kota Surakarta pada pelaksanaan FASI sebelumnya. Ia menyebut, dua santri TPQ asal Surakarta berhasil meraih juara pertama tingkat nasional setelah mewakili daerah pada ajang FASI nasional.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan TPQ di Kota Surakarta memiliki kualitas dan potensi besar apabila mendapat dukungan yang optimal dari berbagai pihak.
BADKO LPQ Kota Surakarta, lanjut dia, berharap adanya dukungan lebih luas dari pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan, khususnya terkait pembinaan dan pemberangkatan peserta menuju FASI tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga nasional.
Selain itu, BADKO LPQ juga mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan di Kota Surakarta. Regulasi tersebut dinilai penting agar TPQ, Madin, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya memiliki payung hukum serta dukungan pembinaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang diwakili Kasi Pakis, Drs. H. Encep Moh. Ilham, M.Si., menyampaikan bahwa FASI memiliki nilai strategis dalam pembinaan generasi muda Islam.
Ia menjelaskan, terdapat tiga nilai utama dalam pelaksanaan FASI, yakni penanaman kecintaan terhadap agama sejak dini, pembentukan karakter Islami, serta pengembangan minat dan bakat anak-anak.
“FASI bukan hanya perlombaan, tetapi media pembinaan yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang religius dan berprestasi,” katanya.
Hal senada disampaikan Wali Kota Surakarta yang diwakili Kabag Kesra, Hj. Endang Sabar Widiasih, S.Sos., M.M. Ia berharap dari pelaksanaan FASI di MAN 2 Surakarta akan lahir generasi Qur’ani yang kelak menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Endang juga mendorong agar peran BADKO LPQ Kota Surakarta terus diperkuat dalam membina generasi muda yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia.
Kemeriahan FASI IX Kota Surakarta semakin terasa dengan adanya berbagai doorprize menarik dari donatur dan aghniya’. Wali Kota Surakarta memberikan hadiah utama berupa sepeda, sedangkan Wakil Wali Kota Surakarta menyumbangkan hadiah dispenser. Selain itu, berbagai hadiah lainnya turut dibagikan kepada peserta dan hadirin.
Ketua Panitia FASI IX, Pardi, S.Ag., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta tidak hanya memperebutkan trofi juara, tetapi juga memperoleh uang pembinaan dan mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi kepada para santri.
Ia juga memastikan proses penilaian dilakukan secara objektif karena melibatkan dewan hakim profesional sesuai bidang perlombaan masing-masing.
“Dewan hakim yang bertugas merupakan para juri yang kompeten dan profesional, sehingga penilaian dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
FASI IX Kota Surakarta tahun ini mempertandingkan berbagai cabang lomba bernuansa Islami dan Al-Qur’an yang bertujuan mengasah mental, kreativitas, kemampuan, serta keberanian tampil para santri TPQ.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama dan pantun penuh harapan yang kembali menggugah semangat peserta.
Jalan-jalan ke Kota Solo, Pulang membawa buah delima. Mari dukung generasi Qur’ani selalu, Agar Surakarta semakin berkah dan mulia.
Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berprestasi dan Berakhlak Mulia”, FASI IX Kota Surakarta diharapkan mampu melahirkan kader-kader terbaik umat yang dapat mengharumkan nama Surakarta di tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga nasional.


