Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Istri Pemilik Cv Napogos Megawati Pasaribu Merasa Tertekan Diduga Akibat Berita Tanpa Konfirmasi

5/21/2026 | 18:27 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T11:27:18Z

Siaran Kabar - Tapteng | siarankabar.com - Megawati Pasaribu isteri pemilik CV Napogos Berkarya Jaya sangat tertekan Akibat Berita tanpa konfirmasi, Yang berada di Jalan AR Surbakti , Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dengan berlinang air mata menunjukkan beberapa izin operasional CV Napogos Berkarya Jaya, Kamis (21/05/2026).


Megawati Pasaribu dalam keterangan persnya mengungkapkan ia dan suaminya, Marisi Hutasoit telah melengkapi izin agar dalam usaha yang mereka jalani tidak melanggar aturan.


"Ijin operasional dan dokumen teknis sudah kita lengkapi," ucapnya.


Megawati Pasaribu yang baru pulang dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari akibat tekanan dari beberapa media yang memberitakan usahanya tanpa konfirmasi yang diduga ilegal, mengungkapkan dengan berlinang air mata, ia membantah hal tersebut.


"Kita disini bukan penjahat atau pencuri, usaha kita legal dan izin sudah kita urus dengan mengadaikan rumah, untuk memenuhi kewajiban kita yang taat undang-undang dan aturan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.


Ia juga mengungkapkan apabila ada hal-hal yang kurang dalam pengurusan, harusnya media melakukan konfirmasi dan pemberitaan yang berimbang tidak memojokkan atau mencoba mencari kesalahan dari usaha galian tersebut.


"Saya berharap kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution agar membantu saya, sebab saya tidak melanggar hukum," harapnya.


Marisi Hutasoit juga mengungkapkan bahwa beroperasinya galian tanah urug miliknya tidak dititik Surat Izin Pertambangan Bantuan (SIPB), akibat dari desakan masyarakat yang meminta bantuan agar gunung di lokasi perumahan milik Aspa Pasaribu yang mereka tempati di urug dikarenakan sudah mengalami longsor pada saat bencana 25 November 2025 lalu.


"Saya tidak meminta bayaran kepada warga untuk menggali gunung tersebut, ini murni bantuan pribadi saya demi membantu pemerintah dalam penanganan bencana di Tapteng," jelasnya.


Salah satu warga yang rumahnya hingga saat ini masih tertimbun material tanah, Siregar mengucapakan terimakasih kepada CV Napogos Berkarya Jaya yang mau membantu secara sukarela menggali pegunungan diatas perumahan yang mereka tempati.


"CV Napogos Berkarya Jaya sudah membantu kami, dengan menggali gunung diatas perumahan agar tidak menimbulkan longsor susulan dan korban jiwa tanpa ada kutipan biaya apapun," ungkapnya.


Ia juga mengharapkan peran pemerintah terhadap penanganan bencana dan tidak melarang apabila ada pengusaha yang mau membantu masyarakat dalam mengurangi hal yang timbul akibat bencana.

(Samo Lahagu)

×