SiaranKabar | Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang mencanangkan program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan serta penyerahan piagam oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada tiga perwakilan desa dan kelurahan, yakni Desa Banjardawa, Desa Bulakan, dan Kelurahan Bojongbata.
Dalam sambutannya, Bupati Anom menegaskan bahwa peluncuran program Desa Cantik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas data di tingkat desa. Ia mengungkapkan bahwa selama ini tantangan utama di Kabupaten Pemalang adalah belum optimalnya pemanfaatan data statistik dalam pengambilan keputusan.
“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang keliru. Bahkan, memperbaiki kesalahan akibat data yang salah jauh lebih mahal dibandingkan menyusun data dengan benar sejak awal,” ujarnya, Minggu (3/5).
Ia berharap pemerintah desa tidak hanya mampu meningkatkan akurasi data, tetapi juga dapat mengolah dan memanfaatkannya secara optimal dalam perencanaan pembangunan.
Terkait penyajiannya, Bupati menekankan pentingnya penyajian data yang menarik dan mudah dipahami, tidak hanya dalam bentuk narasi, tetapi juga melalui tabel dan visualisasi.
Melalui program ini, diharapkan terbangun sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam pengelolaan data, mulai dari pengumpulan hingga pemanfaatannya untuk kebijakan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom juga mengapresiasi langkah BPS yang memperluas cakupan program dari 3 desa menjadi 14 desa yang mewakili setiap kecamatan. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh desa dengan dukungan digitalisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika global yang berkembang cepat turut memengaruhi kondisi ekonomi lokal. Oleh karena itu, diperlukan data yang akurat dan mutakhir agar kebijakan tetap relevan dan tepat sasaran.
Bupati mengajak seluruh pihak untuk bekerja dengan semangat, keikhlasan, serta menjaga integritas data demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Bojongbata, Mirza Agus Faishal, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya wilayahnya sebagai salah satu lokus program Desa Cinta Statistik Tahun 2026.
“Kami menyambut dengan rasa syukur dan siap bertanggung jawab penuh. Ini sejalan dengan arahan Bupati dalam pencanangan di Sasana Bhakti Praja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan data sebagai navigasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Bagi kami, data yang valid bukan sekadar angka, melainkan pondasi untuk memastikan pelayanan publik dan program kesejahteraan masyarakat tepat sasaran,” tutupnya.
Program Desa Cantik merupakan bagian dari amanat undang-undang dalam memperkuat sistem statistik nasional serta mendukung kebijakan Satu Data Indonesia, khususnya melalui peningkatan kualitas data di tingkat desa.
Tujuan utama program ini meliputi peningkatan literasi dan kesadaran pengelolaan data di desa, standarisasi pengelolaan data statistik, serta optimalisasi pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan. (Ragil)


